Baru Jangkau 86 Persen, ANIES Janji Transportasi Semua Terintegrasi Dalam 3 Tahun

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan keterjangkauan angkutan umum di wilayah Ibukota baru mencapai 86 persen. Bahkan, angkutan umum yang ada sekarang belum sepenuhnya terintegrasi dengan baik.

Selama genap setahun kepemimpinanya, Anies mengaku secara umum sudah menjalankan pemerintahan sesuai koridor. “Kita ingin kendaraan umum di Jakarta jangkauannya ke seluruh penjuru. Tapi sampai hari ini yang terjangkau sekitar 86 persen wilayah. Kita harus bisa menjangkau 100 persen wilayah Jakarta. Tidak ada lagi wilayah Jakarta yang tidak terjangkau kendaraan umum,” ujar Anies di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

Ke depan, pihaknya bertekad akan membuat nyaman setiap angkutan umum di Ibukota. Mulai angkutan kota atau angkot hingga Mass Rapid Transit (MRT). Setiap moda transportasi umum itu bakal diintegrasikan satu sama lain untuk memudahkan mobilitas masyarakat.

“Kemudian ketika tersambung satu dengan lainnya. Kendaraan umum itu tidak sendiri-sendiri tapi terintegrasi. Nah yang mau kita bangun adalah sistem terintegrasi,” katanya.

Baca Juga:  PDIP Bilang Jeblok, GERINDRA DKI Malah Puji Anies Setinggi Langit

Dia mencontohkan bahwa pembangunan jalan layang khusus busway atau koridor 13 Transjakarta belum memenuhi unsur integrasi. Jalur yang menghubungkan Tendean ke Ciledug ini melewati jalur MRT dan KRL Commuter Line. Namun, penumpang Transjakarta itu tidak bisa berpindah moda secara langsung.

“Kita membangun tidak bisa transfer dengan mudah. Lihat koridor 13 Transjakarta, dari Tendean sampai Ciledug melewati MRT tapi tidak ada tempat berpindah dengan mudah baik penumpang MRT ke bus atau melewati stasiun Kebayoran Lama mau pindah Transjakarta sulit sekali,” tegasnya.

Dengan adanya integrasi angkutan umum dan layanan yang menjangkau seluruh wilayah, ungkapnya, kebijakan ganjil genap tidak akan diperlukan lagi. Dia menargetkan, integrasi angkutan umum itu akan tuntas dalam 3 tahun ke depan.

“Pengintegrasian itu mungkin perlu waktu 3 tahunan, baru semuanya bisa selesai. Jadi, itu penambahan rute, armada, dan itu bukan hanya di Transjakarta tapi juga operator yang lain karena ada lebih dari 27 operator,” tegasnya. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan