Ramadhan di Aqsho-Palestina, DRS H EDY HAMDI SA Bawa 25 Jemaah Satriani Wisata Religi

YERUSALEM (POSBERITAKOTA) – Masih menghadapi keadaan yang serba sulit dan terjajah dari bangsa Israel, begitulah kondisi masyarakat Palestina saat ini. Namun begitu, tak lantas menjadi kendala bagi mereka untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat dan keberkahan.

Kegembiraan masyarakat atau umat Islam di Palestina juga tak bisa terbendung. Hal itu terlihat dan sangat melekat di Komplek AL-Agsho, karena merupakan tempat sakral yang diagungkan umat Muslim. Bukan cuma bagi masyarakat Palestina saja, tapi juga oleh Muslim dari belahanan dunia.

Menurut Drs H Edy Hamdi SA selaku pemilik sekaligus pimpinan rombongan dari Satriani Tour & Travel, bersama 25 jemaah Wisata Religi Jalur Agsho kini sudah tiba di Palestina, bertepatan dengan masuknya bulan suci Ramadhan. Ikut larut dalam suasana suka cita, seperti yang dirasakan sesama umat Muslim di Palestina, bisa ikut melayani dan berbuka puasa bersama di tanah para Nabi tersebut.

“Kami memang telah menyiapkan program ini jauh-jauh hari. Itu kan sudah reguler menjadi program Satriani Tour & Travel, namun khusus di bulan suci Ramadhan sangat spesial. Bahkan harus mendatangi saudara-saudara umat Muslim di Palestina, khususnya di Aqsho ini,” jelas H Edy Hamdi yang juga dikenal sebagai Ketua Yayasan FTPI (Forum Travel Partner Indonesia).

Melalui video yang dikirim ke POSBERITAKOTA, H Edy menggambarkan saat tiba di Ibukota Yerusalem. Bahkan sebagai pertanda masuknya bulan suci Ramadhan 1440 H, terdengar dentuman meriam sebanyak 5 kali. “Ya ini sudah menjadi ciri khas dimulai bulan suci Ramadhan di Palestina,” katanya, Senin (6/5) kemarin.

Baca Juga:  Isi Aktifitas Bulan Ramadhan, RATNA LISTY Pilih Fokus Ibadah & Mengawasi Usaha

Digambarkan dia lebih lanjut bahwa di sekitar areal Masjid Al-Aqsho sudah dipasang tenda-tenda demi persiapan pelaksanaan sholat Taraweh dan lain-lain. Sedangkan pihaknya, kata H Edy Hamdi, akan ada penyelenggaraan Festival Iftar menjelang buka puasa selama sebulan penuh. Berbeda untuk sahur itu sendiri, baru akan dilakukan pada 20 Ramadhan.

Situasi di Komplek Al-Aqsha, jelas H Edi Hamdi lagi, terlihat banyak lampu penerangan jalan dan khusus diperuntukkan setiap datangnya bulan suci Ramadhan saja. Lokasinya bisa untuk menampung antusiasme warga yang bisa mencapai antara 500 – 600 jemaah. Gencatan senjata di wilayah perbatasan Gaza antara kelompok Hamas dan tentara Israel, setidaknya bikin warga Palestina tak khawatir.

Kenapa? Menurut cerita H Edy Hamdi lagi, karena Israel selama bulan suci Ramadhan ini telah mengeluarkan izin masuk warga Palestina yang tinggal di luar kota Yerusalem untuk datang ke Komplek Al-Aqsho. Bahkan izin itu dikeluarkan untuk 150 ribu orang yang diperbolehkan masuk ke Aqsho.

“Jadi, kebahagian di bulan Ramadhan tahun ini, jauh lebih baik. Apalagi sudah tak ada lagi pembatasan, semua usia boleh mendatangi Agsho,” tuturnya seraya berharap ke-25 jemaah dari Satriani Tour & Travel, tetap bisa khusyuk menjalani ibadah puasa di Komplek Agsho, Yerusalem, Palestina tersebut. โ–  RED/GOES

Beri Tanggapan