Didukung Suku-suku Lain, SENIMAN MINANG INDONESIA Gelar Acara ‘Malam Doa Untuk Korban Kerusuhan Wamena’

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Tragedi Wamena di Tanah Papua yang banyak menewaskan warga masyarakat tak berdosa, ternyata mengusik kalangan seniman Indonesia. Tentu saja dengan tujuan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama anak bangsa. Mengapa peristiwa mengenaskan tersebut bisa terjadi?

Bentuk kepedulian dari Seniman Minang Indonesia yang juga didukung oleh sejumlah suku di Tanah Air antara lain dari Gayo, Melayu, Jawa, Sunda, Dayak, Bugis dan Papua – dengan menggelar acara ‘Malam Doa Untuk Korban Kerusuhan Wamena’, pada Kamis (3/10) malam silam, bertempat di Anjungan Sumatera Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sedangkan acara itu sendiri, diikuti tidak kurang dari 150 seniman dan tokoh masyarakat. Selain itu juga dihadiri oleh 1000 pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat yang mengaku miris atas tragedi mengenaskan tersebut. Berbagai pergelaran seni dan budaya pun ditampilkan.

Baca Juga:  Audisi The Voice Kids Indonesia Diserbu Ribuan Peserta 

“Acara ini merupakan suara hati dan bentuk keprihatinan serta kepedulian teman-teman seniman. Apalagi setelah tahu begitu banyak korban jiwa, rumah terbakar dan bahkan tak sedikit yang menjadi korban penjarahan,” ucap Mel Sofyan selalu Ketua PenyelenggaraMalam Doa Untuk Korban Kerusuhan Wamena’ itu kepada POSBERITAKOTA, Selasa (8/10).

Ditambahkan Mel Sofyan, selain menampilkan sejumlah pergelaran seni, pihak panitia juga membuka penggalangan dana yang kesuruhannya terkumpul sebesar Rp 32 juta. “Sedang dana tersebut akan kami serahkan melalui DPP Ikatan Keluarga Minang,” katanya.

Mel Sofyan juga berharap melalui pagelaran seni dan budaya tersebut, setidaknya dapat menyentuh hati masyarakat, agar lebih peduli terhadap sesama. “Bisa hidup berdampingan dengan damai, saling menghargai, saling membantu satu sama lain. Karena, kita semua satu hidup di bawah panji Sangsaka Merah Putih,” pungkasnya. ■ RED/AGUS SANTOSA

Beri Tanggapan