Gedung Tua TS7 Keropos, RUMAH DINAS Gubernur DKI Direnovasi Berbiaya Rp 2,4 Miliar

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta di Jl Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakpus, akan direnovasi karena banyak bagian konstruksi bangunan dari material kayu dan tembok sudah pada keropos. Perbaikan tersebut akan dilakukan dengan sangat hati-hati karena gedungnya merupakan bangunan bersejarah dan berstatus cagar budaya.

Bangunan yang terletak di seberang Taman Suropati tersebut merupakan gedung kuno yang dibangun pada zaman kolonial Belanda pada tahun 1916. Bangunan satu lantai yang berdiri di atas tanah 3.500 meter persegi tersebut waktu itu digunakan sebagai Rumah Dinas Walikota Batavia. Sejak tahun 1949, rumah dinas tersebut diambil alih pemerintah dan dijadikan sebagai Rumah Dinas Walikota Jakarta dan seterusnya berganti nama menjadi Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta.

Kepala Dinas Citata DKI Jakarta, Heru Hermawanto, membenarkan adanya rencana perbaikan rumah yang sering disebut dengan istilah ‘TS7’, sesuai dengan alamat Jl Taman Suropati No. 7.

“Bangunan itu bernilai sejarah dan dilindungi sebagai cagar budaya yang harus dirawat dengan baik. Adalah kewajiban Pemprov DKI untuk secara periodik melakukan perawatan,” jelas Heru, di Balaikota, Rabu (9/10).

Renovasi bangunan tua ini dilakukan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat usia. “Istilah yang digunakan dalam program pemerintah adalah ‘renovasi’, tapi sesungguhnya ini adalah kegiatan ‘reparasi’ supaya keberadaan bangun jadi awet,” tambah Heru.

Ia menegaskan bahwa renovasi senilai Rp 2,4 miliar tersebut untuk memperbaiki kerusakan, bukan memperindah bangunan.

Baca Juga:  Jangan Bawa Misi Visi Sendiri, ANIES Wajibkan Wagub Taat Pada Gubernur

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Sri Mahendra Satria Wirawan, menambahkan sebenarnya renovasi sudah direncanakan sejak 2015, namun selalu terjadi penundaan tiap tahun anggaran dan tampaknya akan terealisasi tahun depan.

“Rencana proyek tersebut telah dimasukkan dalam tahun anggaran 2020, karena perbaikan atas kerusakan pada bangunan tua ini mulai makin mendesak,” tutur Mahendra.

Perlu diketahui, umur bangunan yang tua itu telah membuat sebagian besar material kayu pada keropos, tembok retak, dan sebagainya. “Bangunan cagar budaya ini harus terus dirawat, siapapun gubernurnya. Apalagi saat ini Gubernur Anies Baswedan dan keluarga tidak tinggal di rumah dinas tersebut melainkan selalu tinggal di rumah pribadinya, maka proses reparasi menjadi lebih mudah,” tambah Heru.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, sejak dilantik pada tahun 2017, Gubernur Anies dan keluarganya tidak tinggal di rumah dinas TS7, mereka lebih memilih menetap di rumah pribadinya di kawasan Lebak Bulus.

Sebenarnya, rumah dinas tersebut tampak mewah dan asri karena bangunan bergaya Belanda itu dikelilingi taman yang luas, ada kolam ikan dan kandang burung besar. Tapi entah kenapa dari sejak Fauzi Bowo, tidak ada pejabat gubernur yang mau menempati rumah dinas itu.

Gubernur Ahok pun waktu itu tidak mau tinggal di situ dengan alasan banyak nyamuk. Terendus kabar, bangunan tua tersebut tampak angker di saat sepi, terkadang muncul penampakan yang membuat petugas jaga sering ketakutan. ■ RED/JOKO S/GOES

Beri Tanggapan