Di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 25 VGH Kebalen, CERAMAH USTADZ TILE Bikin Ngakak Ratusan Jamaah

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Ratusan hadirin yang terdiri dari kaum ibu-ibu majelis taklim dan bapak-bapak dari jamaah Masjid Jami Al-Ikhlas RW 25 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, dibikin ngakak (tertawa) berkali-kali saat mengikuti rangkaian ceramah kocak dari Ustadz Tile (Nur Fadillah), Minggu (13/10) kemarin.

Sesuai konteks acaranya untuk memperingati masuknya bulan Muharram atau Rabiul Awal Tahun Baru Islam 1441 H, penceramah berusia 37 tahun dan berasal dari kampung Muara Tawar, Marunda, Kabupaten Bekasi tersebut, mengangkat tema ketika perintah hijrah itu datang dari Allah SWT. Di mana Rassulullah/Nabi Muhammad SAW beserta kaum Muslimin yang harus melaksanakan hijrah dari Mekkah ke Madinah.

“Hijrah…hijrah….hijrah. Dari hal yang tidak baik menuju ke hal atau ke arah yang lebih baik,” ucap Ustadz Tile, membuka isi ceramahnya dihadapan ratusan undangan dalam acara yang diprakarsai Majelis Taklim Kaum Ibu (MTKI) yang bekerjasama dengan Dewan Kemakmuran Masjid Jami Al-Ikhlas RW 25 VGH Kebalen, Babelan, Bekasi yang sekaligus melaksanakan santunan kepada 117 anak yatim/dhuafa.

Lebih lanjut ustadz yang khas dengan dialek Betawi tersebut, menyebutkan firman Allah SWT ‘Allazinah Ammanu (Hai Orang Beriman). Wahazaru (Melaksanakan Hijrah). Fissabilillah (Jihad di Jalan Allah SWT)’. Tentu dengan harta dan jiwa, kemudian mereka mendapatkan derajat yang paling tinggi di mata Allah SWT.

Menurut dia, seperti yang dilakukan oleh Majelis Taklim Kaum Ibu (MTKI) yang bekerjasama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Al-Ikhlas ini, tengah melakukan hijrah. Berjihad dengan harta dan kemudian menyantuni anak-anak yatim. Jangan macam-macam sama mereka. Sebab, doa anak-anak yatim itu tokcer, sumpahnya manjur dan jeritan bahthinnya juga didengar langsung oleh Allah SWT.

Baca Juga:  MPP Gelar Bukber & Santunan, WAKIL WALIKOTA JAKPUS Ngaku Kagum Pelawak Mau Mengaji

“Infaqkan yang ada di kantong kita, bakal datang rejeki yang tidak disangka-sangka. Makanya jadi orang jangan pelit, jangan medit, jangan koret, buntut kusiran, pantat kuning, bol nontot. Wah, orang yang kayak gitu mah, sudah parah banget. Bayangin, nyeduh kopi aja, eh ampasnya dijemur lagi,” celetuk Ustadz Tile yang disambut ketawa ngakak para hadirin.

Menurut ustadz yang memulai profesi sebagai penceramah sejak awal tahun 2000-an tersebut, seperti yang dikatakan Rasulullah : “Anak yatim adalah tanggungjawab kita. Akulah orang yang bersama mereka, menanggung beban anak yatim. Juga seperti 2 jari di surga, yakni ibu jari dan jari telunjuk”.

Ustadz Tile menerangkan bahwa ada 2 jenis ibadah. Selain ada ibadah Mahdo kepada Allah SWT, juga ada ibadah Ghoiri Mahdo yang berhubungan dengan sosial kemasyarakatan.

“Maksudnya, seperti kita melakukan atau memberikan santunan kepada anak yatim ini. Bagi yang mampu wajib untuk memelihara dan menyantuni mereka,” terang Ustadz Tile.

Kemeriahan peringatan Muharram 1441 H sekaligus acara santunan anak yatim/dhuafa, tak lepas dari peran serta semua pihak. Majelis Taklim Kaum Ibu (MTKI) Jami Al-Ikhlas yang bekerjasama dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), ternyata mampu menunjukkan sinergitas.

Belum lagi adanya dukungan dari Kumpulan Remaja Masjid Al-Ikhlas (Kurma), terutama di dalam menjaga ketertiban serta keamanan di lingkungan masjid. ■ RED/ROHMAT/NARNO/GOES

Beri Tanggapan