Tak Pernah Ngamuk 2 Tahun Pimpin Jakarta, ANIES Dinilai SGY Sebagai Gubernur Paling Sopan

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Anies Baswedan dinilai merupakan Gubernur DKI Jakarta yang mengedepankan sopan santun dan humanis. Selama dua tahun memimpin Ibukota Negara, dia nyaris tak pernah melontarkan kata-kata kasar kepada siapapun maupun memaki-maki anak buah yang kinerjanya dinilai tidak memenuhi standar.

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto berpendapat sikap santun Anies dalam memimpin pemerintahan, selain menciptakan suasana yang lebih kondusif, sekaligus memberi contoh kepada generasi muda untuk senantiasa menahan emosi.

“Sejak menjadi Gubernur pada Oktober 2017, Pak Anies Anies tak pernah menunjukkan emosi yang meledak-ledak. Terlihat jelas dia merupakan pemimpin sopan dan humanis dibanding gubernur sebelumnya,” ujarnya di Balaikota Jakarta, Selasa (15/10).

Aktivis perkotaan yang mengenal sejumlah sosok yang pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta, menyatakan terlihat dengan sangat jelas dari cara dia bertutur kata, dari gestur tubuhnya dan dari ketika dia merespon persoalan warganya, khususnya warga kelas bawah.

“Saya mengenal banyak pejabat gubernur, tapi Pak Anies yang paling sopan dan humanis. Beda jauh dari gubernur sebelumnya yang suka berkata kasar. Mungkin karena dia basic-nya seorang pendidik dan tekun menjalankan ibadah,” ujar pria yang akrab dipanggil SGY.

Menurutnya, karakter dan pembawaan Anies itu secara otomatis menciptakan atmosfir baru yang juga berbeda bagi Jakarta dibanding sebelumnya, karena Jakarta kini relatif lebih tenang dan sejuk dibanding sebelumnya.

“Setidaknya tak ada lagi umat Islam yang protes karena dilarang melakukan takbiran keliling saat Hari Raya Idul Fitri, tak ada lagi pedagang kambing yang menggerutu karena tak bisa berjualan di tepi jalan saat menjelang Idul Adha, tak ada lagi umat Islam yang mengeluh karena tak boleh menggelar tabligh akbar di Monas, dan tak ada lagi umat Islam yang melakukan demonstrasi besar-besaran gara-gara menilai agamanya dinistakan seorang gubernur,” kata SGY

Baca Juga:  Bagi UMKM Diluar Lokbin - Loksem, PEMPROV DKI Perbanyak Bazar & Pameran

Di sisi lain, sebagai seorang muslim, Anies juga sangat mengayomi penganut agama lain. “Contohnya dia telah meresmikan beberapa gereja, antara lain Gereja Semper, mengizinkan Monas sebagai tempat perayaan paskah, dan menghadiri peringatan semua agama yang diakui di Indonesia,” beber SGY.

Sejatinya seorang pemimpin memang harus berdiri di atas semua golongan dan etnis yang ada. “Sebagai seorang mantan rektor Universitas Paramadina dan mantan Mendikbud, Anies paham bagaimana kriteria pemimpin yang baik, dan dia mampu mengaplikasikannya dalam keseharian kepemimpinannya,” imbuh dia.

Meski demikian SGY mengakui Anies bukan manusia sempurna, sehingga wajar jika dia juga banyak mendapat kritikan. “Selama kritik itu objektif, substansif dan bukan semata-mata sengaja menghantam akibat sentimen atau rasa tak suka, menurut saya layak diapresisasi dan didengar oleh Anies,” kata SGY.

Menurutnya, dia tak pernah melihat Anies mengamuk-amuk dan mencaci maki siapa pun sebagai penyaluran terhadap berbagai tekanan yang dia alami. Dia bahkan masih memberikan jabatan-jabatan strategis kepada pejabat yang dulu dikenal sebagai loyalis Ahok,” katanya. ■ RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan