Bina Remaja Kawasan Konflik, SUDIN PUSIP JAKPUS Gelar Gerakan Literasi di Kampung Johar Baru

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sejalan dengan upaya menggiatkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sudin Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) Jakarta Pusat menyelenggarakan kegiatan di Kampung Johar Baru. Sebagai kawasan rawan konflik dengan kepadatan penduduk terbanyak di Jakpus, maka Johar Baru masih menjadi target pembinaan generasi muda.

Tanwil selaku Kepala Seksi Perpustakaan Sudin Pusip Jakpus menyatakan pihaknya terus berupaya membangun remaja Johar Baru dengan ragam kegiatan yang positif. “Rawannya konflik di Jihar Baru ditengarai terjadi bukan hanya karena kepadatan penduduk saja tapi juga kurangnya media atau wadah positif yang bisa dijadikan alternatif pilihan para remaja untuk menghindari gempuran masalah sosial yang seringkali terjadi di Johar Baru seperti kenakalan remaja, seks bebas, tawuran, narkoba dan masalah sosial lainnya,” ujarnyabdi Johar Baru, Rabu (16/10).

Bahkan saat ini, kecanduan bukan lagi semata hadir melalui obat-obatan terlarang. Kecanduan di era milenial saat ini hadir dalam bentuk digital dan menimbulkan efek sosial yang tidak kalah mengerikan. Krisis yang dihadapi anak muda Johar Baru tentu menjadi perhatian segenap pihak untuk memutus mata rantai permasalahan yang seringkali timbul dan bersinggungan di wilayah ini.

Melalui Sudin Pusip Jakarta Pusat, kegiatan pemberdayaan ini diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan Gerakan Literasi di Kampung Johar Baru dengan melibatkan 200 orang peserta siswa SMP negeri maupun swasta. Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 15 dan 16 Oktober 2019 di Aula Masjid Al-Jihad, Johar Baru.

Setidaknya ada empat narasumber yang merupakan pakar di bidangnya masing-masing. Isu pertama terkait kecanduan (adiksi) yang disampaikan Muhamad Nur Awaludin, S.Kom. Dalam hal ini, konten yang menjadi pembahasan utama adalah menyikapi adiksi games yang saat ini sudah semakin menjadi permasalahan serius.

Baca Juga:  Tak Becus Kerjakan Proyek LRT, 2 DIREKSI PT JAKPRO Dicopot Gubernur Anies

Selain pembicara parenting, Muhammad juga merupakan founder dari Kakatu, yang merupakan aplikasi yang dapat membantu orangtua memastikan hal yang baik saja yang akan diterima anak ketika mereka menggunakan gadget.

Hal lain yang juga menjadi pembahasan dalam kegiatan ini adalah terkait dengan konsep diri. Materi ini disampaikan oleh Hanina Maulidha, S.Psi, seorang psikolog yang peduli terhadap remaja. Ia memotivasi remaja menjadi orang yang percaya diri, berkarakter dan penuh nilai-nilai positif dalam dirinya.

“Materi berikutnya adalah tentang seks bebas yang disampaikan oleh Zoya Dianaesthika Amirin, M.Psi selaku seksolog,” kata Tanwil.
Adapun pembahasan kenakalan remaja disampaikan oleh Iptu Pol. M. Rasyid selaku Kanit Reskrim Polsek Johar Baru.

Dalam upaya pembinaan yang dilakukan pada pemuda Johar Baru ini, terutama terkait dengan pembudayaan gemar membaca di kalangan para pemuda Johar Baru, kegiatan ini diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 10 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Rangka Penyelesaian Masalah Sosial di Kecamatan Johar Baru Kota Administrasi Jakarta Pusat.

“Kegiatan ini juga diharapkan dapat menciptakan dampak positif dan turut mengurai permasalahan yang ada di Kawasan Johar Baru,” ujarnya.

Semoga perwujudan ekosistem yang kaya literasi, sambung Tanwil, dapat terus digalakkan untuk membentuk remaja yang memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing secara positif. ■ RED/JOKO S/GOES

Beri Tanggapan