Hadiri Aktivis Gelar Syukuran, GUBERNUR ANIES Ajak Stake Holder Rapatkan Barisan Bangun Jakarta

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak seluruh stake holder untuk merapatkan barisan guna memperkuat pembangunan. Menurutnya sisa waktu tiga tahun pemerintahannya tersebut masih banyak ‘PR’ yang harus diselesaikan guna membangun Jakarta agar maju kotanya dan bahagia warganya.

“Bagi saya dalam memaknai dua tahun sebagai gubernur, saya lebih berorientasi ke depan,” ujar Anies saat menghadiri acara Syukuran 2 Tahun Kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang digelar kalangan Aktivis Ibukota di kawasan Ancol Taman Impian, Jakut, Rabu (16/10) malam.

Anies menambahkan bahwa para ASN, swasta dan unsur masyarakat agar merapatkan barisan untuk menyelesaikan sejumlah PR yang telah tertuang dalam RPJMD 2017-2022. Acara itu juga dihadiri ratusan undangan yang didominaai kalangan aktivis dan wartawan.

Ia menegaskan dalam menjalankan pemerintahan dirinya tidak takut atas serangan di media sosial. “Saya tidak khawatir terhadap tulisan-tulisan di medsos, karena pemerintahan yang saya pimpin bekerja secara konstitusional,” tegas Anies.

Pada kesempatan tersebut Anies berharap agar dalam waktu dekat dirinya bisa mendapat pendamping yakni Wakil Gubernur. “Entah tahun ini atau awal tahun depan, mudah-mudahan segera terpilih Wagub untuk membantu saya melayani warga Jakarta,” harap Anies.

Baca Juga:  Kirim Tim ke Tokyo, ANIES Bilang DKI Perlu Belajar Penanggulangan Penurunan Muka Tanah

Menurutnya, sejak jabatan Wagub ditinggalkan Sandiaga Uno, kesibukan Anies meningkat drastis dan itu pun tak mampu memuaskan warga karena tidak ada pendamping.

Syukuran 2 tahun kinerja Anies digelar aktivis yang diprakarsai Saiful Jihad. “Ternyata acara ini banyak sekali peminatnya. Para aktivis berdatangan dari berbagai penjuru untuk memberikan dukungan kepada Pak Anies,” ungkap Saiful. Pada acara tersebut, sejumlah aktivis dipanggil ke depan mimbar untuk menyampaikan kesan dan pesan kepada Gubernur.

Salah satu aktivis yakni Sugiyanto mendesak Anies untuk menindak tegas pengembang dan pengusaha yang menguasai secara sepihak aset lahan milik Pemprov DKI yang diperkirakan merugikan pemerintah hingga triliunan rupiah.

“Banyak warga miskin Jakarta yang tak punya tanah dan rumah, namun banyak juga pengusaha yang menguasai aset pemerintah. Pelanggaran ini harus ditertibkan. Penguasaan lahan secara ilegal harus diambil alih,” tandas Ketua KATAR yang akrab disapa SGY. ■ RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan