Pemprov DKI Bangun 51 Taman, Gubernur Anies Bakal Tuntaskan 200 TMB Selama Kepemimpinannya

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Selama dua tahun pemerintahan Anies Baswedan, Pemprov DKI Jakarta telah membangun 51 Taman Maju Bersama (TMB) di wilayah Ibukota. Fasilitas untuk masyarakat tersebut sebagai pengganti Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang dibangun era pemerintahan Ahok.

Pembangunan insfrastruktur publik yang massif dilakukan dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini membuktikan Pemprov DKI Jakarta berkomitmen penuh untuk menghadirkan ruang interaktif yang nyaman bagi warga.

“Capaian pembangunan taman kota pada tahun 2018 telah terlaksana di tujuh lokasi Taman Maju Bersama (TMB). Sedangkan, pada tahun 2019 ini, direncanakan dapat terealisasi pembangunan 51 TMB pada Desember 2019,” ujar Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati pada acara diskusi di Balaikota, Kamis (16/10).

Suzi menjelaskan 24 lokasi sudah selesai 100 persen dan 27 sedang on progress. “Adapun rencana pembangunan taman di tahun 2020 juga sebanyak 51 lokasi yang saat ini sudah dimulai dengan proses FGD. Jadi, pada tahun 2022, ditargetkan pembangunan 200 TMB di Jakarta dapat terealisasi,” jelasnya.

Pembangunan TMB memiliki paradigma yang berbeda dengan RPTRA karena lebih variatif, tematik, disesuaikan dengan karakteristik dan luas lahannya, serta dibangun secara kolaboratif bersama masyarakat.

Baca Juga:  Untuk Bangun 12.000 Unit Rumah di Papua, KASATKER SNVT Rapat Koordinasi Bersama PKRI

“Disebut Taman Maju Bersama karena kita membangun bersama warga. Artinya, dari awal perencanaan sampai dengan pembangunan maupun hasilnya, melibatkan masyarakat atau warga setempat. Jadi, sebelum kita melakukan perencanaan, terlebih dahulu kita melakukan forum discussion group (FGD) sebanyak tiga tahap, untuk menampung keinginan masyarakat setempat,” terang Suzi.

Kepala Dinas DPPAPP Provinsi DKI Jakarta, Tuty Kusumawati, menambahkan bahwa taman kota juga merupakan ruang bermain dan belajar untuk anak, bahkan sejumlah RPTRA yang ada saat ini juga dijadikan sebagai Pos Pengaduan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

“Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta perlu terus melakukan pembenahan dan penataan taman kota, baik TMB maupun RPTRA, agar menjadi lebih humanis dan terawat dengan baik,” kata Tuty.

Sementara itu arsitek pertamanan, Farrizky Putra menjelaskan, TMB dan RPTRA adalah terasnya kota. Di dalamnya, terdapat taman kota yang konteksnya lebih banyak penghijauan dengan minim bangunan. Ruang publik ini sangat baik dan dapat terus ditingkatkan oleh Pemprov DKI Jakarta ke depannya. ■ RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan