Usai Jumat’an, PENGURUS YAYASAN & DKM Jami Al-Ikhlas RW 25 VGH Kebalen Ngumpul Bareng Silaturahmi

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Sejak berdirinya Yayasan Jami Al-Ikhlas yang menaungi berdirinya Masjid Jami AlIkhlas di lingkungan RW 25 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, terasa ada yang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Terutama setiap usai digelar sholat Jumat, di mana sebagian jamaah kalangan anak-anak, remaja maupun orangtua, tak serta merta langsung meninggalkan masjid dan kemudian kembali ke rumah.

Peran Pimpinan & Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) pun, tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Sebab, sejak pagi hingga jelang pelaksanaan sholat Jumat, nampak sudah terlihat aktifitasnya untuk ‘bersih-bersih’ di dalam dan sekitar lokasi masjid. Sampai pada keterlibatan wadah atau Kumpulan Remaja Masjid Al-Ikhlas (Kurma) dalam hal pengamanan dan pelayanan ketertiban bagi kendaraan para jamaah.

Tak salah jika disebut bahwa ‘kerja bareng’ itu merupakan bentuk kebersamaan yang dilandasi oleh rasa sama-sama saling memiliki masjid dan lingkungan di wilayah RW 25. Harapannya, tentu saja, terus berjalan seiring perjalanan waktu dan kelak terjalin kekompakan lewat momentum ‘ngumpul’ demi niat bersilaturahmi.

Zanuarianto (Bendahara) dan Nanang Sofyan (Sekretaris) dari Yayasan Jami Al-Ikhlas, telah memulai ‘Program Berbagi Sedekah Jumat‘ setiap usai sholat Jumat dan tidak sedikit kalangan anak-anak bisa menikmati pembagian makanan dan minuman (snack) yang lokasinya tepat di depan Warung Wakaf. Sedangkan dananya didapat dari pemberian para donatur, baik dari lingkungan RW 25 maupun dari luar.

“Program ini masih sebatas awal. Ke depannya, bisa saja kami akan menyediakan menu makan dan minum dalam forsi lebih besar. Selain itu, tentu saja yang bisa menjaring jamaah anak-anak, remaja maupun orangtua lebih banyak lagi. Termasuk dari para donatur untuk Program Berbagi Sedekah Jumat ini,” ucap Nanang Sofyan kepada POSBERITAKOTA.

Begitu usai pelaksanaan sholat Jumat, pengurus Yayasan & DKM tak langsung bubar. Malah ikut berbaur menghitung jumlah infaq dan sedekah kotak amal dari jamaah yang datang ke masjid. Kemudian, kembali ‘ngumpul’ di depan ‘Rumah Wakaf’ sekadar untuk minum kopi atau teh serta hidangan makan kecil seperti goreng-gorengan, nasi bakar ikan teri atau soto ayam.

Baca Juga:  Ketum PBNU, KH SAID AQIL SIRADJ Sebut Perjodohan Tanda Kebesaran Allah SWT

Khoirul Anwar, Ketua DKM Jami Al-Ikhlas yang nyaris tak pernah absen dalam setiap pelaksanaan sholat Jumat, menuturkan bahwa kebersamaan untuk ‘ngumpul’ jangan dilihat karena mereka pengurus Yayasan atau DKM. Sebab, tambahnya, terbuka bagi siapa saja (jamaah masjid) untuk ikut bergabung.

“Semakin banyak yang bergabung, justru itulah yang kami harapkan. Sebab, jika bicara soal kegiatan atau masjid, siapa pun dibuka pintu lebar-lebar untuk bergabung di sini,” pungkas Ketua DKM tersebut, Jumat (18/10).

Lagi, model kebersamaan dalam bentuk silaturahmi antara Pengurus Yayasan & DKM tersebut, harus semakin menguatkan obsesi membangun wilayah. Baik dari sisi keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Apalagi, sosok pimpinan wilayah (Ketua RW 25), telah memberikan contoh sebagai donatur tetap.

Seperti yang diharapkan Pengurus Yayasan & DKM, bagi warga lain di wilayah RW 25 VGH Kebalen, bisa menyisihkan sedikit penghasilan untuk ‘Program Berbagi Sedekah Jumat‘ yang sudah rutin berjalan. Semoga! ■ RED/GOES

Beri Tanggapan