Pemerintahan Baru, STEFANUS GUNAWAN Berharap Jokowi Pilih Menteri Berintegritas Tinggi & Bersih

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Joko Widodo kembali terpilih sebagai Presiden RI priode 2019-2024. Tentunya Presiden yang biasa disapa Jokowi ini lebih berperan aktif bersama para menterinya untuk meningkat kesejahteraan rakyatnya demi kemajuan bangsa ini. Tentunya untuk mewujudkan hal itu presiden harus berani memilih para pembantunya benar – benar selektif bukan hanya sekedar balas budi atau berdasarkan ‘pesanan’ saja.

“Saya berharap Presiden Jokowi harus memilih para menterinya yang mengerti aspirasi masyarakat, keinginan rakyat, apa maunya rakyat dan persoalan yang dihadapi rakyat dan oleh bangsa dan negara ini dan orang yang mampu mengusai persoalan yang terjadi di negara ini,” ucap pemerhati hukum Stefanus Gunawan, SH,M.Hum.

Menurut advokat yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Bidang Pendidikan dan Pengembangan Profesi Advokat Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) kubu Juniver Girsang ini, intinya para menteri ini adalah orang orang yang memiliki kredibiltas, integritas tinggi yang baik. Yang bersih dan orang yang mau bekerja.

Dan khusus jabatan Menteri Hukum dan HAM harus diisi oleh orang yang berani membenahi carut marutnya dalam hal penegakan hukum dan diutamakan dari praktisi hukum. Kenapa? Karena pada dasarnya mereka adalah orang yang lebih banyak terjun di lapangan untuk lebih banyak tahu persoalan hukum di masyarakat dari soal carut marutnya ‘benang merah’ persoalannya dan bagaimana cara mengatasinya.

Jadi, kata pengamat hukum yang pernah menerima penghargaan ‘The Leader Achieves In Development Award’ dari ‘Anugerah Indonesia’ dan ‘Asean Development Citra Award’s dari Yayasan Gema Karya’ ini, siapa yang pantas duduk sebagai menteri bukan semata berdasarakan ‘pesanan’ saja dan tidak memenuhi kretaria. Sebab bila ini terjadi jangan berharap kedepannya penegakan hukum di Indonesia itu akan bisa lebih baik.

“Tapi, sebaliknya, jika benar – benar posisi menteri diisi oleh orang-orang yang berkualitas baik, bersih, punya mental luar biasa, mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara ini, saya percaya dan yakin semuanya akan semakin lebih baik,” tegasnya sambil menyebutkan yang terpenting adalah untuk menentukan menterinya bukan sekedar rasa tidak enak, rasa balas budi saja sebab masih banyak putra putra bangsa ini yang mau peduli kepada penegakan hukum dan mempunyai mentalitas moral yang lebih baik.

Baca Juga:  Kartika Putri Pilih Menu Sehat Saat Ramadhan

Menurutnya selama lima tahun belakangan ini pemerintahan Jokowi sudah mulai ada hasilnya. Namun demikian, masih harus ditingkatklan karena masih belum banyak yang diharapkan masyarakat. Faktanya masih saja ada penyimpangan terhadap penegakan hukum dari soal melacurkan profesi, jabatan dan lain-lain.

Menyangkut soal UU KPK yang sudah diberlakukan meski masih menjadi polemik, Stefanus melihat hal ini merupakan kewajaran karena suatu lembaga yang akan lebih baik harus selalu mendapat pengawasan. Bila tidak, bagaimana, nantinya. Bisa – bisa akan menjadi kesewenang wenangan. Tentunya disini harus ada orang yang pawai mejalankan tugasnya. Jangan sampai ada institusi atau orang yang mengawasi, malah jadi diawasi.

Stefanus yakin negara yang kaya alamnnya ini akan lebih baik dari negara lainnya, namun dengan catatan sistem hukumnya harus lebih baik. Tentunya hal ini juga tidak terlepas dari persoalan KPK. Dengan terpilihnya

kepemimpinan KPK yang baru, ia berharap KPK harus bisa membersihkan dan membenahi persaoalan -persoalan institusi internalnya seperti pengkotak – kotakan.

“Mari kita tujukan kalau kalau KPK itu solid dalam bekerja dalam memberantas korupsi demi kesejahteraan rakyat bersama. Dan buktikan itu semua untuk rakyat. Dan saya yakin di kemimpinan yang baru, KPK akan bekerja dengan baik sesuai permintaan rakyat dan bangsa indonesia. Sebab bila di dalam tubuh KPK sudah solid, roh dan tujuannya sama untuk menciptakan negara bersih dari korupsi, saya yakin Indonesia akan menjadi negara yang lebih sejahtera,” pungkasnya. ■ RED/BUDHI/GOES

Beri Tanggapan