Jelang Kongres KAI di Malang, HM RUSDI TAHER SH MH Berharap Organisasi Advokat Tak Boleh Pecah

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Kongres Advokat Indonesia (KAI) berencana akan melangsungkan kongres di Batu, Malang. Tentunya acara yang digelar pada 14 – 16 November 2019 mendatang untuk memilih Presiden KAI ini diharapkan berjalan lancar tanpa menimbulkan perpecahan.

“Saya sangat berharap sekali, Kongres KAI yang akan datang tidak boleh menyebabkan timbulnya perpecahan atau retaknya kehidupan organisasi KAI,” ucap HM Rusdi Taher SH MH, Ketua Dewan Penasehat KAI kepada POSBERITAKOTA, Jumat (25/10).

Menurut mantan anggota DPR RI ini, hal tersebut sangatlah fundamental mengingat peristiwa itu pernah terjadi pada Kongres KAI di Palembang 5 tahun silam.

“Ini sangat penting. Jangan sampai terjadi perpecahan. Sebaiknya kongres tersebut harus dapat merajut kembali kebersamaan antar tokoh – tokoh KAI maupun para anggotanya dengan berjiwa besar untuk melupakan perselisihan masa lalu dan diharapkan para anggota KAI dapat saling berlapang dada mengabaikan dendam lama,” ujarnya.

Dia menambahkan, seandainya dendam lama masih ada, lebih baik dilupakan dan saling memaafkan serta berhimpun kembali di dalam wadah Seperti KAI Dibawah kepemimpinan ISL, yang begitu gigih berjuang dalam membesarkan dan membuat KAI sebagai Organisasi Advokat yang disegani di masyarakat kita, dengan tekad untuk membesarkan dan membuat KAI lebih berjaya di masa yang akan datang.

Disebutkan salah satu hal yang merupakan karakteristik advokat KAI ISL ini adalah tertanamnya jiwa idealisme, patriotisme, jiwa toleransi yang tinggi, serta tertanamnya nasionalisme di dalam dada advokat KAI ISL sehingga KAI ISL dikenal sebagai Advokat pejuang dan pejuang advokat.

“Nah, untuk itu dalam rangka pemilihan Presiden KAI yang akan datang, saya mempunyai kriteria sosok tertentu yakni, Acceptable atau yang dapat diterima oleh semua anggota.
Artinya seorang calon Presiden KAI harus memiliki tingkat keterpilihan yang tinggi bagi para anggota KAI, baik di pusat terutama di daerah,” katanya.

Tentunya, tambah mantan Kajari Jakarta Barat ini, Acceptable ini juga harus dimaknai sebagai disukai dan disenangi oleh mayoritas anggota KAI. Hal ini sangat penting karena sangat menentukan terhadap tingkat kepatuhan para anggota KAI kepada pemimpinnya.

Kemudian, Capability yakni kemampuan individual sang pemimpin untuk memimpin organisasi termasuk di dalamnya adalah kemampuan untuk bekerja sama dengan perangkat organisasi baik ditingkat pusat maupun daerah.

Baca Juga:  Putri Juragan Beras, BUPATI NENENG HASSANAH YASIN Jalani Pemeriksan Hingga Subuh di KPK

Lalu, Courage yaitu dengan mempunyai sikap keberanian dan mental yang konsisten, mau mengambil resiko sepahit apapun untuk kepentingan organisasi dan berani mengambil kebijakan walaupun tidak populis untuk kemaslahatan organisasi. Selain itu juga harus memiliki semangat untuk berkorban demi kepentingan organisasi.

Berkaitan dengan semangat untuk berkorban bagi organisasi , ada 2 karakter yang perlu dipenuhi oleh seorang calon Presiden KAI yaitu Can and Will yang artinya seorang calon Presiden KAI disamping dia mampu untuk berkorban juga mau berkorban. Hal ini karena banyak orang yang hanya memiliki satu diantara dua hal tersebut. Ada yang memiliki kemampuan tetapi tidak mau berkorban untuk organisasi. Begitu juga sebaliknya, ada yang mau berkorban tapi tidak memiliki kemampuan.

Menyangkut kepengurusan DPP yang akan datang, Rusdi Taher berpendapat bahwa tidak perlu ada pertentangan antara advokat senior maupun advokat muda karena yang terpenting adalah figur advokat di DPP KAI ISL harus menampakkan figur advokat yang dapat menjadi tauladan bagi advokat lainnya, memiliki wawasan yang luas, dan pemahaman yang tinggi terhadap berbagai masalah hukum sehingga pemikiran – pemikirannya dapat memberi warna dalam memajukan KAI.

Menurut Mantan Kajati DKI Jakarta ini, pengurus DPP KAI harus menghindari pengelompokkan atau didasarkan atas Like and Dislike, tetapi harus betul – betul menampakkan figur advokat yang profesional, berintegritas dan bertanggung jawab.

“Saya pribadi memiliki pendapat bahwa advokat – advokat muda yang memiliki kemampuan dan moral yang baik, serta berintegritas, pantas didudukkan sebagai pengurus di DPP KAI ISL,” katanya.

Mengutip pandangan Sosilog Jerman, Karl Mannheim yang mengatakan, The Past Has Much To Tell Us About The Present yang berarti bahwa Masa Lalu Banyak Memberitahukan kepada kita tentang apa yang terjadi pada saat sekarang ini.

Rusdi Taher mengemukakan keberadaan KAI saat ini yang tidak dapat dipisahkan dari KAI pada masa lalu dibawah kepemimpinan ISL. “Oleh karena itu sebagai mata rantai organisasi yang berkesinambungan, maka saya berharap agar organisasi KAI yang akan datang akan lebih solid dan lebih baik lagi,” pungkasnya. ■ RED/BUDHI/GOES

Beri Tanggapan