Baru Terserap 59 Persen, GUBERNUR DKI Geber SKPD Agar Tingkatkan Penyerapan APBD

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Para pimpinan satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) di jajaran Pemprov DKI Jakarta diingatkan untuk merealisasi kegiatan yang telah direncanakan. Dari banyaknya kegiatan yang dilakukan maka akan meningkatkan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang saat ini masih sangat rendah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dari Januari hingga minggu ketiga di bulan Oktober, penyerapan APBD 2019 masih relatif rendah. “Berdasarkan data, penyerapannya belum sampai 60 persen, tepatnya baru 59 persen. Seluruh SKPD perlu digeber untuk peningkatan penyerapan,” ujar Anies di Balaikota, Senin (28/10).

Untuk itu, ia meminta kepada para pimpinan SKPD yang mengelola anggaran untuk melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan dananya.

Secara terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, M. Saefullah, mengakui penyerapan APBD DKI 2019 masih sekitar 59 persen. Namun, ia membantah serapan anggaran tahun ini disebut lebih lambat dari tahun lalu dalam periode yang sama.

“Justru serapan tahun ini lebih bagus dibandingkan tahun lalu,” dalihnya. Hingga per hari ini, serapan anggaran dari APBD DKI 2019 masih mencapai 59 persen. Pemprov DKI menargetkan penyerapan anggaran tahun ini sebesar 85 persen. Dengan begitu, Pemprov DKI hanya punya waktu dua bulan untuk mengejar ketertinggalan sebesar 26 persen.

Baca Juga:  Disaksikan Anies, TRANSJAKARTA & MRT Bikin MoU Integrasi Antarmoda Transportasi

“Serapan sudah 59 persen, hampir mendekati 60 persen. Kalau dibandingkan dengan tahun yang lalu, pada bulan ini, tanggal ini. Jauh sekali dibandingkan sekarang. Kalau sekarang saya bulatkan sudah 60 persen. Dari target kita 85 persen. Berarti tinggal 25 persen lagi,” kata Saefullah.

Mantan Wali Kota Jakarta Pusat ini optimistis Pemprov DKI dapat mengejar ketertinggalan serapan anggaran dalam waktu dua bulan ini. Pasalnya, pembayaran kegiatan fisik masih terus mengalir dan biasanya melonjak di ujung akhir tahun anggaran.

“Untuk 25 persen lagi kan masih ada kegiatan-kegiatan fisik kita yang memang dibayarkan pada 15 Desember. Bobotnya serapan kita hitung disitu,” ungkap Saefullah. ■ RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan