Rutin Digelar Yayasan, SANTUNAN ANAK YATIM/DHUAFA di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 25 VGH Kebalen

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Meski keberadaan Yayasan Jami Al-Ikhlas usianya masih seumur jagung, namun mampu menghidupkan nafas Islami di lingkungan masjid yang berdiri megah dan menjadi kebanggaan jamaah atau warga RW 25 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Tak hanya lewat ta’lim atau kajian Islam dengan menampilkan para penceramah (ustadz-red) yang rutin digelar setiap akhir pekan (ba’da Magrib atau Subuh) lewat peran Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) maupun Majelis Ta’lim Kaum Ibu (MTKI), tapi juga santunan bagi anak yatim/dhuafa pada minggu keempat setiap bulannya oleh pihak yayasan.

Seperti yang baru saja diadakan pada Minggu (27/10) malam, adanya program rutin berupa santunan bagi anak yatim/dhuafa, jelas-jelas semakin meningkatkan nafas Islami itu sendiri. Termasuk bisa menjadi bukti bahwa ada kesadaran warga, di mana jika memiliki harta berlebih, ada sebagian merupakan hak-hak anak yatim/dhufa yang perlu disalurkan.

Sebab, kegiatan berbagi dengan sesama khususnya untuk anak yatim/dhuafa di lingkungan RW 25 VGH Kebalen – membuktikan bahwa kita semua sebagai umat Islam yang tak mengabaikan tanggungjawab dengan sesama, sesuai perintah Allah SWT yang kemudian ditularkan oleh jungjungan kita, Nabi Muhammad SAW.

Dihadiri tak kurang dari 50-an jamaah masjid dan deretan anak yatim/dhuafa, program santunan dari Yayasan Jami AlIkhlas berjalan lancar. Sejumlah pemuka agama dan tokoh masyarakat pun ikut hadir. Mereka adalah ustadz Saeful Azis, ustadz Hafid, ustadz Rojali, ustadz Muhammad Andi serta banyak lagi. Ada pula perwakilan dari kelembagaan RW, Dirman Diaz (Sekretaris), Jaka (Bendahara), Zulkifli (Humas). Juga struktur pengurus yayasan di antaranya Misno, Puady, Slamet Sahuri, Turiman dan lainnya.

Baca Juga:  Bagi Setiap Petugas KPPS Meninggal, SEKNAS PRABOWO Beri Santunan Rp 5 Juta

Tak ketinggalan pula sejumlah pimpinan dan pengurus yayasan yang terdiri dari Ketum Yayasan ustadz Drs HM Makhtum, Umar SPd (Pembina), Yan Berlin Situmorang (Pengawas), Robert Henderi (Ketua Pengurus), Zanuarianto (Bendahara), Nanang Sofyan (Sekretaris) serta puluhan jamaah tetap dari Masjid Jami Al-Ikhlas RW 25 VGH Kebalen.

Jajaran pimpinan dan pengurus DKM Jami Al-Ikhlas pun, justru tak pernah absen hadir sebagai bentuk sinergitas dan dukungan terhadap program yayasan. Mulai dari Ketua DKM Khoirul Anwar, Aldi Ardian (Sekretaris) serta hampir seluruh struktur pengurus yang ingin menghidupkan kelembagaan DKM saat ini.

Mereka yang hadir dari struktur DKM antara lain Ismail Syafrudin, Rochmad Wijaya, Wanito, Cahyono, Saefulloh, Eka Setiawan, R. Taufiq Hendarwan, Cecep Supriyatna, Wasis, Rohmat, Munawar, Surkama, Toyib Hadiwanto, Abdul Latif, Hartono dan Engkong Solih.

Sebelum acara berlanjut pada pelaksanaan pemberian santunan kepada anak yatim/dhuafa, Ketum Yayasan ustadz Drs HM Makhtum memberikan ceramah panjang lebar terkait kajian Kitab Safinatunnajah. Sedangkan masalah yang dibahas berhubungan dengan rukun sholat yang ketiga.

Dari dialog interaktif dengan jamaah, dikupas pula soal bagaimana orangtua yang pikun dan berhubungan dengan sahnya sholat yang dijalani. Termasuk orangtua yang ikut tinggal di rumah anaknya, namun lalai menjalani kewajiban ibadah sholat. Anak tak lantas bertanggungjawab terhadap dosa orangtuanya yang sama sekali mengabaikan perintah sholat. ■ RED/SLAMET S/AGUS SANTOSA

Beri Tanggapan