Pelatihan Bagi Pengangguran Ditingkatkan, DISNAKERTRANS DKI Perbanyak Armada Mobile Training Unit

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM, Pemprov DKI Jakarta memperbanyak Mobile Training Unit (MTU) guna upaya jemput bola memberikan pelatihan di permukiman. MTU yang dikelola Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) DKI Jakarta merupakan program pelatihan kerja yang memungkinkan dilaksanakan di lingkungan tempat tinggal warga setempat.

Program pelatihan MTU dilaksanakan berdasarkan pengajuan dari warga yang menginginkan, dengan syarat bersedia menyediakan lokasi pelatihan yang memadai dan peserta pelatihan. Kepala Dinas Nakertrans DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, MTU memiliki sasaran utama bagi warga yang sudah berkeluarga dan memberikan kesempatan bagi ibu-ibu rumah tangga untuk memiliki bekal keterampilan sesuai dengan minatnya.

Andri Yansyah menambahkan, saat ini pihaknya memiliki sebanyak 23 MTU dari pengadaan tahun 2018 dengan harga satuan mulai dari Rp 1 miliar sampai Rp 1,5 miliar. “Untuk tahun ini kami akan menambah 22 unit lagi sehingga lebih banyak menjangkau target,” jelas Andri. Armada MTU itu selanjutnya akan didistribusikan ke Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) di lima wilayah kota.

“Kita ingin semakin banyak wirausaha baru di Jakarta baik melalui PPKD maupun MTU sehingga, kesejahteraan warga bisa semakin meningkat. Oleh karena itu, mereka yang masih menganggur, kita beri pelatihan sesuai bakat pilihannya agar kelak bisa mandiri,” tandasnya. Untuk pengadaan armada baru, ditargetkan dapat direalisasi awal Desember.

Baca Juga:  Dukung Program Penghijauan di DKI, 800 SISWA SMP-SMA Dibekali Pelatihan Pertamanan & Pertanian Kota

Andri menjelaskan, dengan bertambahnya MTU itu praktis kuantitas pelatihan keterampilan akan diperbanyak. Sebelumnya, pelatihan keterampilan dilaksanakan selama 30 hari kerja dengan kuota 10 orang per angkatan, dengan penambahan unit ini ke depan pelatihan dilaksanakan selama 20 hari kerja dengan kuota 10 orang per angkatan.

“Tahun kemarin jumlah angkatannya lima untuk satu kali pelatihan MTU, tahun depan kita tambah menjadi tujuh angkatan. Setiap angkatan 10 orang. Durasinya dipersingkat, maka kita tambah angkatannya,” terangnya.

Menurutnya, MTU melayani pelatihan keterampilan tata rias, tata boga, tata busana, operator komputer, teknik sepeda motor, teknik pendingin, dan teknik las listrik. “MTU baru ini alat peraganya lebih canggih, modern dan menggunakan teknologi terkini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, MTU menjangkau ke wilayah-wilayah permukiman warga, menyasar warga yang sudah berkeluarga dan memiliki keterbatasan waktu untuk untuk mengikuti pelatihan keterampilan.
Operasional MTU dilakukan bekerja sama dan koordinasi dengan pengurus RT/RW berkaitan dengan usulan masyarakat, baik terkait lokasi pelaksanaan maupun jenis pelatihan yang dibutuhkan warga.

“Ini upaya jemput bola. Pelatihan MTU ini memberikan bekal keterampilan kepada warga sesuai dengan minatnya sehingga mereka tidak perlu datang jauh-jauh untuk mengikuti pelatihan keterampilan,” ucapnya. ■ RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan