Jangan Seperti 2019, BAPEMPERDA DKI JAKARTA Diprediksi Rampungkan 12 Raperda Tahun Depan

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DKI Jakarta memprediksi pada tahun 2020 bisa menyelesaikan sedikitnya 12 rancangan peraturan daerah (Raperda). Jadi kalau dirata-rata tiap bulan dapat merampungkan satu raperda.

“Kita belum menentukan target. Namun paling tidak targetnya minimal dua kali lebih baik daripada yang sebelumnya,” kata Wakil Ketua Bapemperda Dedi Supriadi, di gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (7/11).

Dedi mengungkapkan, tahun lalu Bapemperda yang digawangi anggota DPRD periode 2014-2019, hanya mampu mengesahkan enam raperda dari 42 raperda yang diusulkan baik oleh eksekutif maupun legislatif.

“Badan baru ini harus bisa mengesahkan 12 raperda kalau cuma enam terlalu sedikit,” tandasnya.

Hingga saat ini, Pemprov DKI sudah mengajukan usulan 30 raperda untuk dibahas tahun 2020. “Kemungkinan jumlah ini masih bertambah karena DPRD DKI belum memasukkan usulan raperda dari inisiatif Dewan,” ungkap Dedi.

Lebih lanjut anggota Fraksi PKS ini melihat puluhan raperda yang diajukan Biro Hukum DKI sangat penting. Namun, tetap saja, pihaknya nanti membuat skala prioritas yakni raperda yang berkaitan langsung hajat hidup warga DKI. Seperti raperda terkait dengan penataan-penataan fasilitas umum yan bermanfaat bagi warga. Seperti Raperda ERP, ini kan sangat penting.

Baca Juga:  MRT Hadir Dongkrak Ekonomi, PTSP JAKSEL Siap Tingkatkan Layanan Perizinan

“Sebenarnya ERP ini jawaban dari ganjil genap. Bukan diperluas wilayah ganjil genapnya. Tetapi ERP ini yang dijalankan. Ketika uangnya masuk, bisa menambah fasilitas untuk transportasi publik. Itu termasuk prioritas,” terang Dedi.

Adapun raperda lain yang diusulkan Pemprov DKI adalah Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR-PZ). Menurut Dedi, RDTR-PZ juga sangat prioritas karena perkembangan wilayah DKI Jakarta yang sudah sangat cepat berjalan. Termasuk didalamnya akan mengatur daratan dan pulau baru. “Iya, ini dimasukkan lagi. Memang tekadnya diselesaikan di 2020,” tuturnya.

Kemudian, ada juga raperda tentang pembentukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) penggabungan dua perusahaan daerah (PD). Yaitu PD Pengolahan Air Limbah (PAL) Jaya dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) DKI. Nantinya kedua PD ini akan dilebur jadi satu dengan nama Perumda Pengelolaan Air. ■ RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan