Kliennya Jadi Tersangka Lagi, KUASA HUKUM PT AI Pertanyakan Penyidikan Kasus Bisnis Multi Level Marketing

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sudah sekitar dua tahun lebih kasus bisnis Multi Level Marketing (MLM) PT Amoeba Internasional (MI) dihentikan penyidikannya (SP3) oleh Polda Jatim, tapi, kini malah dibuka kembali dengan menetapkan 12 orang tersangka.

Alhasil, kuasa hukum PT MI, M Solihin SH MH, mempertanyakan penyidikan tersebut apalagi kliennya Gita Hartanto, selaku Direktur PT MI yang menjalankan investasi Qnet dengan bisnis MLM dijadikan tersangka bersama 11 tersangka lainnya.

“Yang menjadi pertanyaan ketika Polres Lumajang coba membuka kembali kasus ini, apa bukti permulaan yang cukup itu? Padahal, kan kasus tersebut sudah pernah diperiksa dan di SP3 kan karena dinyatakan perkara tersebut bukan tindak pidana,” ucapnya.

Kepada wartawan di Jakarta, kemarin, Solihin menjelaskan kliennya sudah pernah diperiksa Polda Jawa Timur (Jatim) dan penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtidtipeksus) Bareskrim Mabes Polri. Dan pada 6 Oktober 2017, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim mengeluarkan surat Nomor S.Tap/X/2017 Ditreskrimsus tentang Penghentian Penyidikan atas nama Gita Hartanto sebagai terlapor karena bukan pelanggaran tindak pidana.

“Selain itu, ada surat pemberitahuan penghentian penyidikan Nomor B-27/VIII/RES.2.5/2018/Dittipideksus tertanggal 1 Agustus 2018 yang menyatakan klien saya tidak melakukan tindak pidana,” ucapnya.

Menurutnya, sesuai undang -undang yang beraku untuk menetapkan orang menjadi tersangka, paling tidak ada dua bukti permulaan yang cukup. Dia juga mempertanyakan siapa yang menjadi saksi sebagai salah satu alat bukti. Apalagi penyidikan itu bukan dalam wilayah hukum atau locus delicti lokasi penyidikan.

Baca Juga:  Guru di Bogor jadi Tersangka Pembakaran Umbul-umbul

Selain itu, Solihin mempertanyakan langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang melakukan pelarangan beroperasinya usaha perdangangan jaringan MLM ala PT AI. Terkait soal ini, pihaknya berencana menggugat OJK.

“Kita akan menggugat OJK atas dilarangnya PT Amoeba Internasional menjalankan usahanya di bidang perdagangan jaringan atau MLM. Kalau memang sistem jaringan atau MLM tidak diperbolehkan, ya semua usaha jaringan MLM juga dibubarkan saja. Jadi jangan ada tebang pilih, dong,” ucapnya.

Penetapkan 12 tersangka dalam tindak pidana penipuan investasi ini disangkakan dengan pasal penipuan, perdagangan tanpa izin, mendistribusikan barang dengan skema piramida dan mengedarkan alat kesehatan tanpa izin edar dari Kementerian Kesehatan. Yang menjadi tersangka diantaranya direksi PT QNII dan PT AI. Petugas telah menggeledah kantor PT QNet, Sona Topas Tower lantai 15, Jalan Jenderal Sudirman, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2019).

Sementara Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengungkapkan, Qnet ini merupakan entitas yang menjalankan bisnis multi level marketing (MLM). “Produk yang mereka tawarkan adalah alat kesehatan. Modusnya diduga mengarah ke skema piramida,” katanya. ■ RED/BUDHI

Beri Tanggapan