Menuai Pro & Kontra, GUBERNUR ANIES Klaim Pelebaran Trotoar Demi Kenyamanan Pejalan Kaki

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Selama pemerintahan Anies Baswedan, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan revitalisasi trotoar sepanjang 134 kilometer. Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi di tengah masyarakat, pelebaran trotoar tersebut membuat nyaman para pejalan kaki namun sekaligus mendorong pedagang kaki lima (PKL) untuk menggelar lapak.

Perlu diketahui, revitalisasi trotoar telah dilakukan sepanjang 134 kilometer sejak 2017 hingga 2019 atau sejak Anies menjadi gubernur. Angka tersebut ditargetkan akan terus meningkat. Khusus pada tahun 2020 akan dikerjakan lagi sepanjang 47 kilometer dengan alokasi anggaran hingga Rp 1,1 triliun.

Sebagai percontohan pada 2017 – 2018, trotoar di Jalan Sudirman – MH Thamrin telah direvitalisasi. Jalur pedestrian tersebut sudah didesain ramah bagi para penyandang disabilitas, termasuk adanya pelican crossing antar trotoar di sisi barat dan timur. “Pejalan kaki menjadi lebih nyaman,” ujar Anies di Balaikota, Senin (11/11).

Menurutnya, contoh jalur itu bakal diperluas ke lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta. Sebanyak 51 lokasi jalan di seluruh wilayah Jakarta yang mengalami revitalisasi trotoar dengan total anggaran sekitar Rp 327 miliar.

Wilayah itu meliputi, Jalan KH. Wahid Hasyim dan Sudirman-Thamrin (Jakarta Pusat), Jalan Sisingamangaraja hingga Jalan Fatmawati (Jakarta Selatan), Kawasan Velodrome (Jakarta Timur), Jalan Daan Mogot (Jakarta Barat), Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Pluit Selatan Raya (Jakarta Utara).

Baca Juga:  Pejabat Eselon II Gigit Jari, JABATAN SEKDA SAEFULLAH Diperpanjang Gubernur Anies

Intinya Pemprov DKI terus mengenjot pembangunan jalur untuk pejalan kaki pedestrian, meski kondisi ini banyak dikeluhkan pengguna jalan raya karena jadi bertambah macet.

“Jalan Raya Salemba kini tiap hari dari pagi sampai malam macet parah karena badan jalan dipersempit untuk pelebaran trotoar. Kacau sekali keadaannya,” ujar Sarjono, driver ojek online, seraya menyebut bahwa di beberapa titik proyek pelebaran trotoar yang sudah dikerjakan mendorong PKL untuk menguasainya.

Kawasan yang juga menjadi sorotan penting revitalisasi pada tahun ini adalah trotoar Cikini dan trotoar Kemang. Di trotoar Cikini, jalur sepanjang 10 kilometer ini sedang diperlebar, dari semula hanya 3 meter menjadi 4,5-6 meter. Yaitu, 1,5 meter untuk pejalan kaki; 1,5 meter untuk penyandang disabilitas; 1,5 meter untuk street furniture; 0,5 sampai 1 meter untuk amenities (perlengkapan penunjang).

Pejabat Pembuat Komitmen Infrastruktur Khusus Kegiatan Strategis Daerah Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Riri Asnita, mengatakan kawasan Cikini merupakan koridor seni, kreasi, budaya, dan tempat berkumpulnya para komunitas di Jakarta.

“Penataan trotoar Cikini turut menghadirkan kembali Jakarta sebagai Kota Seni, di mana sarana dan prasarana publik di dalamnya menunjang untuk hal tersebut,” tutur Riri Asnita. ■ RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan