Banyak Binatang Buas Berkeliaran di Ibukota, RATUSAN PETUGAS Gulkarmat DKI Dilatih Cara Menangkap Buaya

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sehubungan dengan banyaknya binatang buas, khususnya di wilayah perairan di Ibukota, ratusan petugas penyelamatan (rescue) Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta dilatih cara menangkap buaya dan ular. Pelatihan tersebut diikuti 150 orang dan berlangsung selama tiga hari di kantor Dinas Gulkarmat DKI, Jalan KH Zainul Arifin, Gambir, Selasa (12/11).

Kepala Dinas Gulkarmat Subedjo menyatakan selama ini anak buahnya tidak hanya bekerja memadamkan api, tetapi juga tugas lainnya seperti evakuasi di darat maupun perairan.

“Petugas yang sedang melakukan evakuasi di perairan sering berhadapan dengan binatang buas seperti buaya, ular, biawak, dan lainnya. Nah, mereka diberi pelatihan cara aman menangkap binatang liar,” ujar Subedjo. Pelatihan berlangsung dari tanggal 12 sampai 14 November.

Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Muchtar menambahkan, peserta dilatih oleh instruktur ahli reptil dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII). “Pelatihan ini merupakan bagian peningkatan kapasitas kemampuan para petugas Damkar dalam menangani hewan buas dan liar dengan benar atau sesuai SOP,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemprov DKI Alokasikan Anggaran Rp 3,9 M, KALI ITEM Segera Dibangun 10 IPAL Komunal

Muchtar menjelaskan, pelatihan ini diikuti oleh petugas penyelematan perwakilan dari Sudin Gulkarmat di lima wilayah dengan harapan kemampuan dan keterampilan yang didapat petugas selama pelatihan bisa ditularkan ke petugas lain hingga di tingkat sektor.

“Akhir-akhir ini banyak permintaan dari masyarakat untuk menangkap ular, biawak, dan buaya. Jadi, para petugas lapangan harus punya skill tidak hanya berkaitan untuk keselamatan orang lain, tapi juga dirinya,” terangnya.

Prinsipnya, petugas Dinas Gulkarmat harus memberikan pelayanan dan penanganan prima secepat mungkin agar masyarakat benar-benar merasakan kesigapan petugas ketika masyarakat membutuhkan bantuan atau pertolongan.

“Tupkosi kami tidak hanya berkaitan dengan penanganan kebakaran. Hal-hal lain berkaitan dengan penyelamatan kami juga harus siap,” paparnya.

Pihaknya juga sering diminta warga untuk mengevakuasi rumah tawon, baik di kawasan perumahan maupun sarana umum. ■ RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan