Diduga Gelapkan Dana Deposito Rp 80 M, PEMILIK KOPERASI MDI Dijebloskan ke Rutan Polda Metro Jaya

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Tersangka berinisial LA selaku pemilik koperasi serba guna MDI sekaligus sebagai tersangka kasus penipuan terhadap deposan, kini telah ditahan di Polda Metro Jaya. Dia bersama sejumlah pengurus lainnya telah disangkakan melanggar pidana perbankan dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara karena mengumpulkan dana masyarakat tanpa izin BI.

Alvin Lim, SH selaku kuasa hukum dari sejumlah korban MDI menjelaskan kliennya menyampaikan terima kasih kepada Subdit Fismondev Polda Metro Jaya yang telah mengambil langkah hukum sesuai prosedur.

“Pemilik dan pengurus koperasi MDI yang disebut-sebut sebagai kebal hukum kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum,” ujar Alvin di Jakarta, Rabu (13/11).

Hal ini sekaligus membuktikan keberhasilan firma hukumnya yakni LQ Indonesia Law Firm tidak hanya menangani kasus asuransi, namun juga berbagai kasus lainnya.

Sebanyak sembilan orang korban yang diadvokasi Alvin, dkk, dalam kasus ini mengaku menderita kerugian sekitar Rp 80 miliar melalui dana deposito yang disetorkannya ke MDI.

Kemudian pada15 April 2019, dibuatlah Laporan Polisi (LP) yang ditangani oleh penyidik Polda Subdit Fismondev, sehingga pada bulan November 2019, tersangka LA ditetapkan sebagai tersangka dan sudah dijebloskan ke Rutan Polda Metro Jaya oleh petugas di Subdit Fismondev.

Baca Juga:  7 Remaja Diamankan, POLISI Bubarkan Rencana Tawuran Warga

“LQ Indonesia Lawfirm sudah membuktikan bahwa selain mengurus kasus Pidana Asuransi kali ini juga berhasil mengurus kasus Modus Koperasi dengan investasi menyerupai deposito bank tanpa izin BI yang merupakan tindak pidana perbankan,” tandas Alvin.

Selama beroperasi semacam koperasi serba guna, tambahnya, MDI telah mengumpulkan dana masyarakat dengan modus memberikan bunga pada simpanan di atas bunga SBI sekitar 12-14 persen setahun.

“Mereka menjanjikan bunga tinggi sebagai iming-iming yang akhirnya tidak bisa dicairkan dananya,” ungkapnya. Pihak MDI pada tahun 2017, mengaku mengalami kesulitan keuangan untuk membayar bunga dan pokok tabungan para deposannya.

Kesembilan korban yang melapor dan memberikan kuasa ke LQ Indonesia Lawfirm dengan penuh perhatian ditangani oleh advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP dan rekan yang kemudian berkoordinasi dengan penyidik, Kanit dan Kasubdit Fismondev dalam penanganan kasus secara profesional yang akhirnya Laporan Polisi dapat ditingkatkan status Tersangka kepada pemilik dan para pengurus MDI.

Dalam waktu tujuh bulan sejak pelaporan akhirnya ada penetapan tersangka dan penahanan tersangka. Hal tersebut menjadi bukti bahwa LQ Indonesia Lawfirm adalah kantor hukum yang independen dan bukan hanya menangani kasus korban asuransi saja, tetapi memang LQ bertujuan membela masyarakat di berbagai masalah hukum. ■ RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan