Amankan Lahan Milik Disdik DKI, PULUHAN BANGUNAN LIAR Diobrak-abrik Petugas Gabungan Pemkot Jakpus

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Puluhan bangunan liar di Jalan Masjid 1 RT 15 RW 03 Kel. Karet Tengsin, Tanah Abang, diobrak-abrik petugas gabungan dari Pemkot Jakarta Pusat. Kegiatan pembongkaran kios dan hunian semipernanen di dekat sekolahan itu dilakukan petugas dalam rangka mengamankan aset lahan milik pemerintah seluas 1.500 meter persegi.

Puluhan bangunan yang sudah puluhan tahun berdiri di atas lahan milik Pemprov DKI dirobohkan oleh petugas PPSU dan Satpol-PP. Kegiatan pembongkaran dipimpin Wakil Walikota Jakarta Pusat, Irwandi didampingi Asisten Pemerintahan, Budiroso, Ka. Suban Pengelola Aset Jakpus, Sofian Gani dan Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Saefuloh.

“Pengambilalihan aset milik Pemprov DKI ini melibatkan 150 personil terdiri dari anggota Satpol PP, PPSU, TNI, Polri serta intansi terkait,” ujar Irwandi di lokasi, Rabu (13/11).

Irwandi mengatakan lahan aset ini milik Pemda DKI dan tercatat sebagai aset Dinas Pendidikan DKI. “Lahan sudah puluhan tahun dikuasai oknum masyarakat untuk parkir, kios, wc umum dan segala macam. Sekarang aset kami amankan karena akan digunakan untuk ruang terbuka yang akan dimanfaatkan oleh SDN 21 Pagi Karet Tengsin, SMP Negeri 181 dan SMA Negeri 7,” jelasnya. Sebelumnya pihaknya sudah mensosialisasikan serta memberikan Surat Perintah Bongkar (SPB) 3 X 24 Jam.

Baca Juga:  Puluhan Titik Lampu PJU Diperbaiki, TERMINAL BUS Kampung Rambutan Terang Benderang

Irwandi menegaskan Pemkot Jakpus akan terus mengamankan aset tanpa rasa takut. “Kita jangan kalah sama preman. Pemerintah harus lebih kuat dari mereka. Ini aset Pemda, jadi harus diamankan, “ tandas mantan Kepala Dinas KUMKMP DKI Jakarta.

Saefuloh mengatakan lahan aset ini setelah ditertibkan nanti akan digunakan untuk kepentingan siswa-siswi SDN 21 Pagi Karet Tengsin, SMP Negeri 181 dan SMA Negeri 7. “Harapannya para siswa dapat menggunakan area ini untuk proses interaksi dan belajar mengajar,” paparnya.

Lahan ini bukan digunakan untuk pembangunan ruang kelas akan tetapi ruang terbuka sebagai ruang interaktif bagi siswa dan siswi agar dapat mengembangkan ketrampilan. “Mereka bisa berkumpul di sini untuk melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pengembangan dan minat siswa,” jelas Saefuloh. ■ RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan