Dikerjakan Lamban, COR JALAN RAYA PERJUANGAN BABELAN Harus Diawasi Bupati & DPRD Bekasi

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Sudah hampir 5 bulan lamanya, pengecoran Jalan Raya Perjuangan di wilayah Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, belum juga rampung. Pasalnya oleh pihak kontraktor pemenang tender terkesan lamban dikerjakan. Padahal, warga masyarakat Babelan, minta agar dipercepat.

Sedangkan untuk proses awal pengerjaan dilakukan pada akhir Juni 2019 lalu. Sampai memasuki pertengahan November ini tetap saja belum kelar keseluruhan. Tak heran jika situasi kemacetan pun masih sulit dihindari. Hasil pengerjaan cor jalan terlihat tak merata, karena ketinggian atau ketebalan hasil cor, ada yang tinggi sebelah.

Ahmad Yani, warga Perumahaan Villa Gading Harapan (VGH) Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan proses pengerjaan yang sangat lamban. Bahkan, menurutnya, proses pengerjaan dilakukan secara acak. Akibatnya, bikin macet di sejumlah titik jalan.

“Untuk ketinggian cor jalan, juga tidak merata. Lihat saja sendiri, antara hasil sambungan cor, banyak yang tinggi sebelah,” tutur karyawan swasta itu kepada POSBERITAKOTA, Sabtu (15/11).

Baca Juga:  Pemeran 'Soeharto', AMOROSO KATAMSI Telah Kembali ke Pangkuan Ilahi

Sementara itu anggota DPRD TK II Kabupaten Bekasi, H Suryo Pranoto, berjanji akan terus mengawasi proyek pengerjaan Jalan Raya Perjuangan (Babelan). Sebab, ia sendiri mengaku berada di komisi yang salah satunya membidangi inprastruktur.

“Baik Dinas PUPR Kabupaten Bekasi maupun kontraktor pelaksana pengecoran jalan, nggak boleh main-main. Pasti akan terus saya awasi, apalagi sarana dan prasarana jalan raya layak pakai, sangat dibutuhkan warga masyarakat Babelan,” tutur politisi dari Partai Amanah Nasional (PAN) tersebut.

Sekadar catatan bahwa kondisi Jalan Raya Perjuangan, Babelan, sudah mengalami kerusakan cukup parah sejak 5 tahun silam. Baru di pertengahan 2019 lalu dilakukan perbaikan lewat pengecoran ulang. Hal tersebut setelah DPRD Kabupaten Bekasi periode 2014-2019 ‘ketuk palu’ menganggarkan untuk perbaikan sebesar Rp 20 miliar. ■ RED/GOES

Beri Tanggapan