Gubernur Anies Mulai Tunjukkan Taring, 25 BANGUNAN LIAR di Sunter Diobrak-abrik Demi Antisipasi Banjir

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Selama dua tahun menjadi Gubernur DKI Jakarta, baru kali ini Anies Baswedan menunjukkan taringnya membongkar sejumlah bangunan liar. Beberapa hari sebelumnya belasan bangunan di wilayah Jakpus diratakan dengan tanah dan kali ini giliran deretan bangunan semipermanen di Jl Agung Perkasa 8, Sunter, diobrak-abrik petugas gabungan Pemkot Jakut, Sabtu (16/11).

Pembongkaran bangunan liar yang berdiri di atas saluran air terletak di perbatasan wilayah Kelurahan Sunter Agung dan Sunter Jaya. Penertiban yang mengerahkan sejumlah petugas gabungan dipimpin Wakil Walikota Jakut Ali Maulana Hakim.

“Penertiban ini untuk mengamankan aset lahan saluran air yang sudah puluhan mampet karena ditutup puluhan bangunan liar,” ujar Ali di lokasi. Berhubung saluran tersebut sudah tak berfungsi lantaran tertutup bangunan dan tumpukan sampah, maka mengakibatkan rawan banjir di kedua wilayah kelurahan tersebut.

Bangunan yang dibongkar berjumlah 25 titik yang digunakan pemiliknya untuk dikontrakkan ke pihak lain, untuk hunian, maupun tempat usaha barang bekas. “September lalu kami sudah beberapa kali memberikan peringatan kepada para pemilik bangunan untuk mengosongkan lokasi. Tapi peringatan tidak digubris sehingga kami terpaksa turun tangan membongkar paksa,” papar Ali sambil mengucapkan terima kasih kepada semua pihak karena pembongkaran berjalan kondusif. Pihaknya bersedia merelokasi mereka ke rusun.

Baca Juga:  KNPI DKI Dipimpin M Taufik, GUBERNUR ANIES Harus Beri Perhatian Lebih

Sejumlah pemilik bangunan akhirnya tergerak untuk membongkar sendiri tak lama setelah petugas datang ke lokasi. “Kami bongkar sendiri agar material bangunan bisa diamankan,” ujar Sodiq.

Dia bersama sejumlah orang, menempati bangunan tersebut sejak tahun 1990. Saya kira Pak Anies akan memenuhi janji kampanye pada Pilkada DKI 2017, tapi ternyata bangunan kami dibongkar juga,” sambung pengusaha lapak.

Pengurus Karang Taruna Sunter Jaya, Riyanto menyatakan, penataan tersebut mendapat respons positif dari warga resmi. “Sebagian besar penghuni dari luar wilayah kami. Bangunan mereka menutup saluran, makanya warga resmi yang meminta kepada pemerintah untuk membongkarnya. “Penataan kawasan di daerah kami ini memang harus dilakukan dan memang masyarakat Sunter Jaya yang meminta penataan lingkungannya sebagai kawasan lingkungan yang tertib, bersih dan sehat,” ujar Riyanto.

Mestinya Gubernur Anies tidak angin-anginan menertibkan bangunan liar, karena sejak pemerintahannya banyak sarana umum seperti bantaran kali, saluran air, dan taman diserobot oknum warga dijadikan hunian maupun tempat usaha. ■ RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan