Pinjaman Modal Dipermudah Bagi Pedagang, BANK DKI Gelontorkan Dana Kredit UMKM Rp 1, 4 Triliun

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Masyarakat pedagang di Ibukota yang membutuhkan bantuan modal kini menjadi sangat mudah.Pasalnya, Bank DKI sebagai perwakilan Pemprov DKI Jakarta kini makin konsen menggenjot penyaluran kredit kepada sektor UMKM di pasar-pasar di ibukota dengan mewujudkan program Kredit Monas.

Sejumlah pedagang tampak antusias mengajukan pinjaman kepada bank milik Pemprov DKI tersebut. “Kami ramai-ramai mengajukan pinjaman untuk tambahan modal usaha,” ujar Marhasan, salah satu pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang (PBIC) Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (21/11). Melalui program tersebut, tiap pedagang bisa mengajukan pinjaman antara Rp 5 juta dan Rp 500 juta.

Sekretaris Perusahaan PT Bank DKI, Herry Djufraini, menjelaskan pemberian kredit ini menjadi bukti bahwa pihaknya terus mendukung pengembangan usaha dalam pemberian modal bagi pelaku UMKM. “Per September 2019, Bank DKI telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp 1,4 triliun,” jelasnya. Menurutnya, angka ini meningkat 25,2 persen dibandingkan periode September 2018 sebesar Rp 1,1 triliun.

Ia mencontohkan penawaran yang telah diberikan kepada pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Melalui produk Kredit Monas 25, 75 dan 500, pedagang di pasar tersebut dapat mengajukan pinjaman dengan platfon dari Rp 5 juta hingga Rp 500 juta yang dapat dimanfaatkan sebagai akses tambahan modal bagi usaha. “Pelaku UMKM di PIBC merupakan salah satu dari sekian pasar yang telah disasar Kredit Monas,” ucap Herry.

Baca Juga:  Rayakan Hari Guru, SUDIN PUSIP JAKPUS Gelar Apel di RPTRA Sumur Batu

Lebih lanjut Herry menambahkan setiap pedagang dapat dengan mudah mengajukan pinjaman modal ini. Terlebih pedagang di PIBC sebelumnya telah mengantongi Kartu Pedagang. Pasalnya dengan memiliki kartu tersebut portofolio keuangan dari usaha yang dijalani sudah terekam dalam aktivitas rekening para pedagang sehingga pengucuran dana makin mudah.

Sebelumnya, Dirut Bank DKI, Zainuddin Mappa menyatakan pedagang yang miliki kios, dan rekening tabungan di Bank DKI akan dijadikan sebagai parameter untuk pemberian kredit. Kartu Pedagang yang diberikan Pemprov DKI kepada pedagang juga dapat dipergunakan sebagai kartu identitas, kartu ATM dan JakCard Bank DKI serta sebagai kartu alat pembayaran retribusi pedagang.

“Kartu Pedagang yang memiliki fungsi JakCard juga dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran untuk berbagai transaksi di merchant-merchant yang telah bekerjasama dengan Bank DKI,” jelas Zainuddin. ■ RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan