Pasar Jaya Bangun 63 Gerai Pangan, PEMPROV DKI Mudahkan Warga Miskin Beli Sembako Bersubsidi

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pemprov DKI Jakarta melalui Perumda Pasar Jaya memperkuat distribusi pangan hingga kelurahan. Saat ini, pihaknya telah membangun 63 gerai pangan di tingkat kelurahan/kecamatan yang mana memudahkan warga miskin membeli sembako bersubsidi.

“Saat ini, kita sudah membangun gerai pangan di 63 kelurahan/kecamatan. Kalau dilihat di lapangan, sudah ada kontainer kita untuk gerai pangan itu,” ujar Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin, di Jakarta, Senin (25/11).

Menurutnya, gerai pangan itu merupakan ujung tombak penyerapan kartu bersubsidi, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Pekerja, dan lainnya. Dengan pembangunan gerai itu, diharapkan akses untuk mendapatkan pangan bersubsidi bagi pemegang kartu itu lebih mudah.

“Pemegang KJP tidak perlu jauh-jauh ke pasar atau RPTRA untuk membeli pangan bersubsidi. Tidak perlu antri juga, karena gerai pangan ini buka setiap hari. Kalau mereka mau menggunakan KJP untuk pangan bersubsidi, kan biasanya antri tuh karena adanya pada hari-hari tertentu saja,” kata Arief.

Baca Juga:  Bahas Operasi Lilin 2018, KAPOLRI-PANGLIMA TNI-POLDA METRO JAYA Gelar Rapat Tertutup

Selain untuk pemegang kartu bersubsidi, lanjutnya, gerai pangan itu pun akan menjadi lumbung pangan bagi program kewirausahaan terpadu (PKT) atau dulu dikenal One Kecamatan One Center Enterpreneurship (OK OCE). Nantinya, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sekitar gerai bisa mengambil barang dagangannya di gerai itu dengan harga lebih murah.

“UMKM itu telah teregister dinas KUMKMP. Nanti lumbung itu bisa menyuplai warung-warung di sekitar itu, sehingga harga pangan lebih terjamin dan inflasi akan semakin terkendali,” tegasnya.

Dia menargetkan, pembentukan gerai pangan itu akan dilakukan di seluruh DKI Jakarta meliputi 267 kelurahan dan 44 kecamatan. Diakuinya, pembentukan gerai pangan itu dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Penanaman Modal Daerah (PMD).

“Kita ajukan PMD sebesar Rp 337 miliar untuk tahun 2020. PMD itu akan kita gunakan untuk tiga prioritas, yakni penguatan distribusi pangan tadi, pengelolaan sampah pasar dan optimalisasi aset,” tuturnya. ■ RED/JOKO S/GOES

Beri Tanggapan