Setelah Acara Santunan, YAYASAN JAMI AL-IKHLAS Sosialisasi Dihadapan RW-RT-Pemuka Agama & Tokoh Masyarakat

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Setelah resmi didaftarkan ke kantor Kemenkumham RI dan penetapan susunan pengurus secara lengkap, keberadaan Yayasan Jami Al-Ikhlas akhirnya untuk kali pertama melakukan sosialisasi dihadapan Ketua RW, sebagian besar Ketua RT serta pemuka agama dan tokoh masyarakat. Tentu dengan harapan agar eksistensinya di wilayah RW 025 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, bisa diterima.

Ketua Umum/Pembina Yayasan Jami Al-Ikhlas, Ustadz HM Makhtum memaparkan ikhwal kenapa yayasan tersebut berdiri? Setelah melalui pertemuan atau forum silaturahmi antara Ketua RW 025 Sukoco yang didampingi pengurus dan ke-17 Ketua RT, termasuk dihadiri Ketua DKM saat itu Ustadz Jajang Permana, tokoh masyarakat dan pemuka agama – kemudian mulai merancang rencana pemilihan Ketua Yayasan Jami Al-Ikhlas.

Baru pada 16 Pebruari 2019 silam, dilakukan finalisasi pemilihan yang bertempat di Sport Centre Bintang 25, kemudian menetapkan Ustadz HM Makhtum sebagai Ketum Yayasan/Pembina yang disepakati ke-17 Ketua RT di wilayah RW 025 secara aklamasi. Setelah itu, kemudian diberi otoritas alias kewenangan khusus untuk mencari sosok-sosok di lingkungan RW 025 untuk duduk di jajaran pengurus.

“Jadi, berdirinya Yayasan Jami Al-Ikhlas, karena melewati proses lebih dulu. Pihak panitia penyelenggara, diberi mandat oleh sejumlah tokoh masyarakat, agar segera dilakukan proses pemilihan Ketua Yayasan,” jelas Ustadz HM Makhtum saat sosialisasi yang dihadiri Ketua RW 025, sejumlah Ketua RT, tokoh masyarakat dan pemuka agama, Minggu (24/11) malam kemarin.

Ditambahkannya terkait pendirian yayasan yang berbadan hukum, dimungkinkan untuk mendapatkan sejumlah dana pembangunan dari eksternal. “Sebab, para donatur personal dari luar, pihak swasta dan termasuk dari pemerintah daerah, pasti akan meminta persyaratan bahwa Masjid Jami Al-Ikhlas telah memiliki akta yayasan berbadan hukum,” tegas dia.

Sedangkan Robert Henderi selaku Ketua Pengurus Yayasan Jami Al-Ikhlas, menjelaskan bahwa pembuatan akta yayasan dilakukan melalui jasa notaris terpercaya dan memiliki izin resmi. Karena persyaratan itu pula, di mana telah berbadan hukum, pengurusan kepemilikan nomor rekening resmi atas nama Bank Mandiri, bisa didapat.

“Prosesnya memang panjang dan tidak mudah. Apalagi sampai harus bolak-balik dari satu bank ke bank lain. Dengan kepemilikan nomor rekening tersebut, diharapkan nantinya bisa memberikan kepercayaan kepada para donatur,” paparnya.

Baca Juga:  Peringati 10 Muharom, 200 SISWA Madrasah Sa'adatuddarain Dapat Santunan dari Yayasan

Baik Ustadz HM Makhtum maupun Robert Henderi mengungkapan bahwa yang tercantum di jajaran ketua maupun struktur pengurus merupakan kerja sosial. “Kami pun bekerja untuk kemakmuran dan sekaligus kelanjutan proses pembangunan Masjid Jami AlIkhlas. Bukan untuk mencari materi. Justru kami akan banyak mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran,” kata Ustadz Makhtum lagi.

Satu dari tokoh masyarakat di wilayah RW 025, Muchiyat, mengaku puas atas penjelasan secara rinci dan gamblang dari pihak yayasan dalam program sosialisasi, Minggu (24/11) malam di dalam Masjid Jami AlIkhlas. Karenanya, ia yakin pengurus yayasan yang ada mampu menjalankan amanah untuk kemakmuran masjid.

Hal senada juga dikatakan Ketua RW 025, Sukoco. Ia mengungkapkan komitmennya untuk mendukung keberadaan yayasan yang bersama kelembagaan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), bisa saling bersinergi. Yang terpenting, tambahnya, demi kemakmuran dan keberlangsungan proses pembangunan Masjid Jami AlIkhlas di RW 025 VGH ke depannya.

“Selain itu, laporan keuangannya pun harus detail dan secara periodik. Transparan untuk diketahui warga atau jamaah yang ada di wilayah RW 025. Karena, hal tersebut dapat memunculkan rasa kepercayaan dari warga masyarakat di sini,” tutur Sukoco.

Sementara itu sebelum digelar acara sosialiasi, pihak Yayasan Jami Al-Ikhlas kembali memberikan santunan kepada 26 Anak Yatim/Kaum Dhuafa yang berada atau tinggal di wilayah RW 025 Perumahaan VGH Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Ketua DKM Khoirul Anwar justru ingin mengajak seluruh warga RW 025 untuk ikut peduli dalam program Santunan Anak Yatim/Dhuafa. Karena, mereka membutuhkan uluran tangan dari kita semua. “Kalau bisa malah membantu untuk biaya mereka melanjutkan sekolah. Ya, minimal untuk satu keluarga, menyumbang Rp 50 ribu saja,” pintanya.

Hampir keseluruhan jajaran pengurus utama, ikut memberikan santunan secara simbolis kepada 26 Anak Yatim/Kaum Dhuafa. Mereka di antaranya Yan Berlin Situmorang, Umar SPd, Tri Haryono, Ketua RW 025 Sukoco, Robert Henderi serta Ustadz HM Makhtum yang juga sebelumnya mengisi ta’lim usai ba’da Magrib. ■ RED/ROHMAT/NARNO/GOES

Beri Tanggapan