Gandeng Kampus & Pengusaha Hotel, PEMPROV DKI JAKARTA Bakal Fokus Tingkatkan Wisata di Pulau Seribu

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pemprov DKI Jakarta melakukan perjanjian kerja sama dengan Universitas Indonesia, Universitas Nasional, serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia terkait pengembangan objek wisata di Kabupaten Kepulauan Seribu. Penandatanganan dilakukan Gubernur Anies Baswedan bersama pimpinan lembaga terkait yang berlangsung di Balaikota, Rabu (4/12).

Penandatanganan ini melibatkan Wakil Rektor Universitas Nasional Bidang Administrasi Umum, Keuangan dan SDM, Prof. Dr. Eko Sugianto, Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Krishnadi K, dan Kasubdit Kerjasama Pemerintah Direktorat Kerja Sama Universitas Indonesa, Suryadi Muhammad. Terdapat empat poin pengembangan dari kerja sama ini antara lain Sumber Daya Manusia, Objek dan Daya Tarik Wisata serta Pelestarian Lingkungan Hidup.

Anies menyatakan pihaknya akan fokus pada poin perjanjian khususnya pengembangan SDM sangat penting bagi pariwisata di Kepulauan Seribu. “Kita semua berharap dari kerja sama ini kita bisa meningkatkan kualitas SDM, sehingga ada efek pada kemampuan berkarya dari masyarakat dan jajaran Pemprov DKI,” ucap Anies.

Terkait dengan pengembangan pariwisata, Jakarta diharapkan terus menjadi pintu gerbang Indonesia untuk keluar masuknya tamu. Dengan demikian potensi pariwisata dapat sekaligus berkembang.

Baca Juga:  Setelah Berhasil di Sunter, PEMPROV DKI Rencana Bangun Lagi 3 ITF

“Saya perlu garis bawahi, kedatangan wisatawan internasional ke Indonesia itu punya komponen nature dan culture. Jakarta ini alhamdulillah punya dua-duanya, nature ada di Pulau Seribu dan unsur culture ada di daratan,” jelasnya.

Gubernur Anies juga mengapresiasi Universitas Indonesia, Universitas Nasional dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia yang bersedia terjun langsung membina para calon duta wisata dan warga, khususnya di Kepulauan Seribu. Sebab Kepulauan Seribu memang telah menjadi prioritas pemerintah pusat.

“Saya memberikan apresiasi kepada dua kampus yang terlibat dalam perjanjian ini. Kalau asosiasi bawa pengalaman bawa praktik di lapangan, sedangkan kampus membawa conseptual framework dan best practice untuk dimanfaatkan di Jakarta. Mari kita pastikan MoU dapat direalisasikan,” tandasnya.

Objek kerja sama ini nantinya terdapat pada pelaksanaan vokasi bidang pariwisata meliputi beberapa materi antara lain, materi sadar wisata, materi pemandu wisata, pelatihan bahasa asing, pembinaan pengembangan wisata seperti produk pelayanan dan pengelolaan, teknik pengemasan industri kreatif, pelatihan pengembangan seni kreatif, pemasaran berbasis teknologi informasi, serta monitoring dan evaluasi. ■ RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan