Dukungan Dana Minim, KONTINGEN DKI JAKARTA Bakal Digilas Provinsi Lain di PON Papua 2020

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar di Papua pada tahun 2020 tampaknya berat bagi kontingen DKI Jakarta untuk meraih juara umum. Pasalnya dana untuk berjuang menuju ajang lomba yang jauh di seberang sana sangat minim dan jauh dari jumlah yang disepakati sebelumnya yakni dari Rp 387 miliar, namun kabarnya yang bakal cair cuma Rp 271 miliar untuk keberangkatan tim yang berjumlah sekitar 1.500 orang.

Masyarakat Pemantau Olahraga Jakarta (MPOJ) Sofwan Sulthan mengatakan, dalam sejarah PON, biasanya provinsi yang meraih juara umum adalah yang memperoleh kucuran dana signifikan. “Propinsi DKI yang notabene sebagai Ibukota Negara, kabarnya justru KONI DKI Jakarta hanya mendapatkan dana hibah dari APBD sebesar Rp 271 miliar. Jauh dari jumlah yang telah disepakati sebelumnya,” ujar Sofwan di Jakarta, Jumat (11/12). “Papua itu mahal. Harga tiket pesawat saja untuk per orang paling murah sekitar Rp 6 juta sampai Jayapura,” sambungnya.

Dana hibah KONI DKI awalnya disetujui Rp 387 miliar, tapi entah kenapa menjadi Rp 271 miliar. “Dengan Rp 387 miliar saja masih kurang apalagi Rp 271 miliar. Ini akan jadi berat bagi DKI menjadi juara umum. Saya harap ada penambahan untuk pembinaan atlet,” kata Sofwan. Menurutnya, DKI Jakarta diperkirakan akan memberangkatkan sekitar 1.500 orang terdiri dari, atlet, pelatih dan aspel serta ofisial kontingen.

Kebutuhan pembinaan prestasi olahraga memang tidak sedikit. Biasanya, induk olahraga provinsi yakni KONI, selain memberikan honor ke atlet, pelatih dan aspel serta para bibit atlet (lapis II) juga harus melakukan training camp (TC) baik di dalam negeri maupun luar negeri. Sebelum TC, para atlet biasanya sudah dipusatkan pada pelatihan daerah (Pelatda).

Baca Juga:  HUT ke-492 Kota Jakarta, ANIES Beri Kado Gratiskan Warga Naik Transjakarta Seluruh Koridor

Dari hasil kajian MPOJ, pada PON Riau 2012, KONI DKI Jakarta mendapatkan sekitar Rp 321 miliar dan berhasil menjadi juara umum menumbangkan Jawa Timur, Jawa Barat serta Jawa Tengah. Saat PON Jawa Barat pada 2016, KONI DKI Jakarta hanya mendapatkan Rp 200 miliar dan berada di peringkat ketiga di bawah Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Artinya dana pembinaan atlet prestasi menjadi dominan. Apalagi kabarnya pesaing Jakarta seperti Jawa Barat dan Jawa Timur dapat dana hibahnya lebih besar sekitar Rp 400 miliar,” tegas Sofwan.

Dana jumbo Jawa Barat dan Jawa Timur belum ditambah dengan anggaran hibah di KONI kabupaten dan kota. “Kalau Jakarta hanya dapat Rp 271 miliar maka paling hebat peringkat empat di bawah Jawa Timur, Jawa Barat dan tuan rumah Papua,” cetus Sofwan.

Data dari tiket online pada Kamis (5/12) menyebutkan, untuk penerbangan Jakarta ke Jayapura, dengan maskapai Lion Air sekitar Rp 5,8 juta per orang. Jika naik Garuda Indonesia sekitar Rp 10 juta per orang. “Harga ini pasti akan naik lagi ketika PON. Karena akan ada ribuan kontingen dari berbagai provinsi menuju Papua. Belum lagi biaya hotel, makan, kendaraan antar jemput atlet dan posko serta lainnya,” terang Sofwan. (joko)

Beri Tanggapan