Rumah DP 0 Rupiah Tahap 2 Dimulai, PEMPROV DKI Bangun 4 Tower Kapasitas 3400 Hunian di Cilangkap

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pemprov DKI Jakarta mulai melanjutkan program Rumah DP 0 Rupiah. Pada tahap kedua, pembangunan rumah susun dengan harga murah dilakukan di wilayah Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, tepatnya di pinggir Jalan Raya Cilangkap dan dinamakan Nuansa Cilangkap.

Peletakan batu pertama telah dilakukan Gubernur Anies Baswedan, sebagai simbolis dimulainya proyek pembangunan hunian vertikal yang terdiri empat tower.
“Proyek pembangunan hunian DP 0 Rupiah ini bekerja sama dengan empat BUMD Provinsi DKI Jakarta yaitu PD Pembangunan Sarana Jaya, PT Jakarta Propertindo dan Perumda Pasar Jaya sebagai pengembang, serta PT Bank DKI sebagai bank pelaksana,” ujar Anies, Jumat (13/12).

Gubernur Anies mengatakan bahwa program rumah DP nol rupiah yang merupakan fasilitas perumahan yang sehat, lingkungannya mutlak bisa menumbuhkan generasi yang sehat, yang kemudian juga mencerdaskan. Adanya fasilitas bermain, fasilitas belajar, fasilitas berinteraksi. Dan juga menumbuhkan generasi baru yang memiliki karakter yang baik.

“Kami berharap adalah iklim yang sehat, bahkan bagi keluarga-keluarga yang nanti tinggal di sini, insya Allah mereka akan memiliki rasa kesetaraan dengan masyarakat lain yang memiliki tempat tinggal lewat mekanisme pasar atau swasta,” terang Anies.

Kepada BUMD yang mengerjakan proyek ini, kata Anies, agar mengutamakan jangka waktu pembangunan agar sesuai jadwal (18 bulan), on budget, dan mengutamakan kualitas.

“Pesan saya kepada semua yang membangun. Pada saat anda bekerja dari mulai memasang tiang pancang sampai ketika di ujung melakukan pengecatan. Bayangkan Anda membangun rumah untuk keluarga Anda sendiri. Bayangkan Anda membangun rumah untuk ditempati sendiri. Ketika kita punya perasaan bahwa ini kita akan pakai sendiri, rasa tanggung jawab itu lebih besar,” pesan Anies.

Baca Juga:  MRT Bundaran HI-Kampung Bandan, Dibangun Mulai 2018

Sementara Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoori C. Pinontoan menjelaskan luas lahan keseluruhan Nuansa Cilangkap mencapai ± 2,9 ha dengan lahan bangunan satu tower (menara) seluas ± 0,65 ha.

“Nuansa Cilangkap Hunian DP 0 Rupiah direncanakan akan dibangun sebanyak empat tower (menara), masing-masing setinggi 24 lantai. Setiap tower berkapasitas 850 unit hunian yang terdiri dari dua tipe yakni studio dan dua kamar. dengan ketinggian 24 lantai dan dan dua tipe hunian, yaitu tipe studio dan 2 kamar. Jadi, totalnya sekitar 3.400 hunian,” terang Yoori.

Harga yang ditawarkan mulai dari 184,8 juta rupiah (tipe studio), hingga 341,7 juta rupiah (2 kamar). Sementara itu, pembangunan Nuansa Cilangkap ini sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dengan dilengkapi fasilitas penunjang, antara lain ruang bersama, balai warga, mushola, klinik, warung, toko, taman bermain, taman warga, sekolah, parkir kendaraan bermotor, serta Transjakarta.

Sejalan dengan hal tersebut, pembangunan Nuansa Cilangkap menggunakan sumur resapan dan biopori sebagai metode resapan air yang bertujuan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Selain lubang resapan biopori, juga disediakan lahan sebagai taman apotik hidup yang mengedepankan aspek keberlanjutan bagi penghuninya. ■ RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan