Persiapan Menuju PON XX Papua 2020, ATLET DKI JAKARTA Bagai Dipaksa Pecahkan Karang

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pemprov DKI Jakarta terkesan tidak serius dalam menangani pembinaan dan pemberangkatan kontingen atlet menuju arena PON 2020 yang akan digelar di Propinsi Papua. Bayangkan, untuk kegiatan akbar tersebut, sekitar 1.500 atlet dan official cuma dibekali Rp 271 miliar, jauh lebih kecil dibanding Pemda Jatim yang mengalokasikan anggaran Rp 400 miliar.

Dengan minimnya anggaran tersebut, kontingen atlet DKI masih dibebani tugas berat oleh Gubernur Anies Baswedan untuk merebut juara umum. Kondisi ini mengingatkan kita akan cuplikan lagu Iwan Fals yang bunyinya ‘Anak sekecil itu dipaksa pecahkan karang, lemah jarimu terkepal’.

Prediksi dari banyak pihak, atlet DKI akan digulung habis oleh kontingen atlet dari Pulau Jawa yang sangat berambisi merebut juara umum yakni Jatim dan Jabar.

Namun pengurus KONI DKI Jakarta di bawah komando Ketum Djamhuron P. Wibowo masih merasa optimis untuk menunaikan tugas dari Gubernur Anies merebut juara umum yang artinya harus mengalahkan kontingen dari 33 propinsi di Indonesia.

“Dengan anggaran Rp 271 miliar yang jauh dari harapan kita, jangan dijadikan kendala untuk merebut juara umum,” ujar Djamhuron pada acara Refleksi Akhir Tahun 2019 di gedung KONI DKI kawasan Tanah Abang, Jakpus, Senin (30/12).

Baca Juga:  Bagai Petir di Siang Bolong, GISEL Daftarkan Gugatan Cerai Untuk Gading Marten

Menurutnya, PON XX yang akan digelar pada bulan Oktober 2020, berarti masih ada waktu sepuluh bulan untuk membina dan melatih para atlet. “Kita juga berupaya meringankan beban biaya antara lain merangkul BUMD untuk menjadi ‘bapak angkat’ khususnya bagi atlet prestasi,” ujar Djamhuron didampingi Waketum I I Gede Sardjana, Waketum III Didi Affandi, Sekjen Jamran, dan lainnya.

“Namun seandainya kita dapat tambahan Rp 100 miliar lagi, maka kita akan lebih mudah meraih juara umum,” sambungnya.

Pada kegiatan pra-PON yang digelar beberapa waktu lalu, atlet DKI yang bertanding sebanyak 57 cabang olahraga, berhasil meraih 137 medali emas dengan posisi peringkat ketiga.

“Berdasarkan pemetaan PON Papua, untuk meraih juara umum, minimal butuh 171 medali emas. Jadu, kita masih kekurangan 34 emas lagi dan itu harus bisa kita realisasikan dengan jadwal latihan ketat dan ditunjang sarana yang memadai,” tandasnya.

Wakil Ketum Gede menambahkan untuk pengadaan peralatan dan perlengkapan olahraga dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta. “Tapi, dari proyek untuk 57 cabang olaharaga, sepuluh di antaranya gagal lelang, sehingga pengadaannya terancam batal. Jika benar-benar batal, maka para atlet tersebut akan mengalami kendala untuk berlatih,” papar Gede. ■ RED/JOKO S/GOES

Beri Tanggapan