Ta’lim di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 VGH Kebalen, USTADZ AANG KUNAEFI Sebut Hujan Turun dari Langit Itu Barokah

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Banjir yang diakibatkan dari intensitas turunnya curah hujan yang cukup deras, baru saja melanda kawasan Jabodetabek. Ratusan ribu warga masyarakat terkena imbasnya. Tak sekadar jalan lingkungan dan rumah warga yang terendam air, banyak perabotan rumahtangga rusak parah. Aktifitas warga masyarakat pun sempat lumpuh.

Namun kenapa seringkali kejadian itu disebut sebagai musibah? “Padahal, air hujan meskipun kemudian menyebabkan banjir, bisa jadi rejeki. Apalagi air yang turunnya dari langit adalah barokah. Setiap tetes, ada satu malaikat di situ. Jangan lantas disebut sebagai musibah yang datangnya dari Allah SWT. Lebih pas merupakan teguran atau ujian,” ucap Ustadz Aang Kunaefi Sopri S Pd.I.

Ceramah satu jam tersebut disampaikan Ustadz Aang saat mengisi acara Ta’lim Ba’da Magrib, bertempat di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (5/1/2020) malam.

Tak kurang dari 50-an jamaah masjid, ikut menghadiri program atau ta’lim rutin yang digelar kelembagaan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Al-Ikhlas. Nampak Ketua DKM Khoirul Anwar S Pd.I bersama jajaran pengurus lain, Ketua Pelaksana Harian Yayasan H Robet Hendri Hidayat serta puluhan jamaah lain.

Baca Juga:  Bersama Bupati Tegal, USTADZ FIKRI HAIKAL MZ Hadiri Khaul Mbah Semedo

Dalam ceramahnya, Ustadz Aang yang juga dikenal sebagai Pimpinan Majelis Silaturahim (MS) wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi, juga menukil kejadian Gelombang Tsunami di Aceh beberapa tahun silam. Namun, lanjut dia, itu bisa disebut sebagai musibah. Jadi, berbeda dengan air yang diturunkan dari langit oleh Allah SWT.

“Jika kemudian menyebabkan banjir, tentu bagi orang yang beriman, tak lantas mengatakan sebagai musibah. Yang lebih pas hanya sebagai teguran atau ujian,” tuturnya.

Nah, bagaimana untuk menyikapi di dalam menghadapi terjangan banjir, sehingga membuat harta benda rusak? Maksudnya, agar kita bisa ikhlas dan menyadari filosofi bahwa turunnya air hujan dari langit sebagai keberkahan atau membawa barokah?

“Ya, harus meningkatkan sholat dan ibadah lain. Selain Hablum minannaas, juga hablum minallah. Semangat ibadah mencari barokah. Jangan hanya soleh secara individu, tapi juga soleh secara sosial,” pungkas Ustadz Aang Kunaefi S Pd.I, menyudahi ceramahnya. ■ RED/AGUS SANTOSA

Beri Tanggapan