Kenalilah Masjidmu, KH SYARIF RAHMAT Bilang Bisa Membawa Diri Kita Soleh Secara Sosial

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Kenalilah masjidmu yang berada di lingkunganmu sendiri. Karena, keberadaan masjid yang dibangun secara sosial, bisa membawamu soleh secara sosial. Apalagi di situ dapat melakukan sholat berjamaah yang nilai pahalanya sangat berlimpah. Jadi, tidak cuma soleh secara personal (individu-red).

Hal tersebut disampaikan KH Rahmat Syarief dalam wawancara khusus dengan POSBERITAKOTA, Jumat (10/1/2020). Menurutnya, kadang manusia abai hanya ingin terlihat soleh secara individu, tanpa mengenal sekelilingnya, termasuk keberadaan masjid di wilayah tempat tinggalnya sendiri.

“Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS. Al-Hajj: 77).

Qur’an dalam surat Al-Hajj: 77 tersebut menyebutkan secara majemuk, tujuannya untuk mengajak agar seseorang melakukan sholat secara berjamaah (sosial-red). Karena itu, pilihannya adalah sholat 5 waktu dengan mendatangi masjid atau mushola.

“Keberadaan masjid juga menjadi peredam ego dari kesombongan diri kita. Karena merasa cukup dengan soleh secara individu, tapi kita tak mau kenal dengan kehidupan di sekeliling kita,” papar kyai yang juga dikenal sebagai ahli tafsir Al-quran tersebut.

Baca Juga:  Diikuti 40-an Jamaah, MASJID AL-MUNA Perum Bumi Karawang Residence Gelar Pengajian & Doa Bersama

Penceramah laris yang kerap tampil dalam program ‘Damai Indonesiaku’ di TV One tersebut, tak mau jauh-jauh dalam memberikan contoh kongkrit. Manakala seseorang itu meninggal dunia, kelak bakal disholatkan atau dibawa menuju masjid/mushola terdekat di lingkungannya.

“Jangan sampai tak mengenal atau tak pernah sholat berjamaah ke masjid. Nah pada saat meninggal dunia nanti, jenazahnya baru disholatkan secara berjamaah di masjid,” papar KH Syarief Rahmat.

Menurut dia lebih lanjut dengan sering sholat berjamaah di masjid, seseorang dapat mengenal para ustadz atau al habib yang bisa dijadikan sebagai guru. Sebab, pemahaman agama, tidaklah cukup dari diri kita sendiri. Atau cuma sekadar dari mendirikan majelis-majelis tanpa memiliki guru.

“Seseorang jangan disombongkan, karena sudah merasa soleh secara individu. Atau yang disebut dengan Hablumminallah saja. Justru kualitas Hablumminanas, soleh secara sosial, bisa disebut sebagai aplikasi dari nilai-nilai keimanan dan ke-Islaman yang dimiliki oleh seseorang,” pungkas KH Syarief Rahmat. ■ RED/GOES

Beri Tanggapan