Dibalik Kasus OTT Wahyu Setiawan, KAKI Tuding Ada Pihak Berupaya Gembosi PDIP

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan jangan membuat masyarakat jadi terlena oleh berbagai spekulasi yang dilontarkan pihak di luar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Disinyalir ada upaya dari pihak tertentu untuk menggembosi PDI Perjuangan dengan cara menyeret nama kadernya.

Demikian disampaikan Ketua Umum Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Arifin Nur Cahyono. “Memang penyuapan kepada Komisioner KPU adalah sebuah pelanggaran hukum tindak pidana korupsi yang tidak bisa diampuni lagi.Tetapi sepertinya ada yang berusaha mencederai partai yaitu Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Hasto coba ditarik-tarik ke kasus tersebut hanya karena staf di kesekretariatan PDI Perjuangan Saeful Bahri ikut tertangkap dalam OTT tersebut,” kata Arifin di Jakarta, Senin (13/1/2020).

Menurutnya, KAKI sendiri meragukan pengakuan Saeful Bahri soal dana untuk menyuap Komisioner KPU berasal dari Hasto. “Pasalnya, selama ini Hasto kerap membantu perjuangan KAKI dalam mengungkap dan melaporkan peristiwa korupsi di Indonesia. Jadi sangat tidak mungkin Hasto menyuap Komisioner KPU. Sangat jahat sekali framing yang sedang dilakukan terhadap Hasto Kristiyanto seakan-akan dia yang mengalirkan dana untuk menyuap KPU,” tandaanya.

Baca Juga:  Habib Rizieq Bakal Kesandung 8 Kasus Pidana

Arifin mengungkapkan bahwa dari segi nominal materi OTT Wahyu Setiawan terbilang kecil dibandingkan kasus Bupati Lampung Tengah Mustafa yang terjaring OTT karena kasus pengaturan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN Perubahan 2017 dengan nilai puluhan miliar rupiah. Arifin mensinyalir wakil rakyat dari DPR-RI yang juga politikus Partai Golkar berinisial AS ikut terseret kasus OTT Mustafa.

“KAKI sudah melaporkan AS ke KPK dengan tuduhan terlibat dalam kasus korupsi penyaluran DAK Kabupaten Lampung Tengah. Laporan kami lakukan pada Senin (6/1) lalu. Patut diduga ada keterlibatan AS selaku pimpinan Banggar DPR RI periode 2016-2019,” pungkas Arifin.

Sebelumnya kepada wartawan AS membantah tudingan tersebut. “Bismillah, Insya Allah Tuhan tidak tidur,” katanya singkat saat dimintai konfirmasi oleh awak media

Sementara itu Plt Jubir KPK, Ali Fikri, mengatakan bahwa setiap laporan dari masyarakat akan diterima oleh Direktorat Pengaduan Masyarakat. Ali menambahkan, laporan itu akan ditelaah lebih jauh oleh tim sebelum ditindaklanjuti. ■ RED/JOKO S/GOES

Beri Tanggapan