Dipasang di Kawasan Rawan Banjir, BPBD DKI JAKARTA Beli Alat Deteksi Bencana Seharga Rp 4 Milyar

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menganggarkan alat komunikasi Disaster Warning System (DWS) sebesar Rp 4 miliar. Perangkat tersebut merupakan sistem peringatan dini bencana banjir yang disampaikan kepada warga di sejumlah titik.

Teknologi DWS adalah salah satu cara yang akan dilakukan BPBD DKI Jakarta untuk memberikan informasi siaga bencana kepada warga, selain penyebaran informasi melalui media sosial maupun SMS broadcast kepada Camat dan Lurah hingga warga.

“DWS ini akan memberikan informasi berupa suara petugas BPBD lewat pengeras suara, yang dapat menjangkau hingga radius 500 meter. DWS ini akan beroperasi jika tinggi muka air telah berada pada Siaga 3,” jelas Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD DKI, M. Ridwan di Jakarta, Sabtu (19/1).

Perlu diketahui, penganggaran DWS ini merupakan keberlanjutan dari hibah yang diberikan oleh Jepang melalui Japan Radio.Co (JRC) kepada Pemprov DKI Jakarta pada tahun 2014, meliputi 10 Broadcasting Warning Station untuk teknologi IP Radio dan 5 Broadcasting Warning Station untuk teknologi VHF Digital Radio yang diletakkan di sejumlah wilayah, yaitu Jakarta Selatan di Ulujami dan Petogogan; Jakarta Barat di Rawa Buaya; serta Jakarta Timur di Kampung Melayu dan Bidara Cina.

“JRC juga memberikan hibah Master Station yang dipasang di control center Pusdalops BPBD DKI Jakarta,” tambah Ridwan.

Selanjutnya, pada 2019, BPBD DKI Jakarta telah menganggarkan 9 alat DWS, yang tersebar di 9 titik, yakni Jakarta Barat di Kapuk dan Kembangan Utara; Jakarta Selatan di Cipulir, Pengadegan, Cilandak Timur, dan Pejaten Timur; serta Jakarta Timur di Cawang, Cipinang Melayu, dan Kebon Pala. Sehingga, total ada 14 alat DWS yang telah dipasang.

Baca Juga:  Diikuti 200 Peserta, DINAS NAKERTRANS Beri Pelatihan Warga Bikin Kue Takjil

Ridwan menambahkan, untuk tahun 2020, BPBD DKI Jakarta menganggarkan 6 alat DWS yang rencananya akan diletakkan di 6 titik, meliputi Bukit Duri, Kebon Baru, Kedaung Kali Angke, Cengkareng Barat, Rawa Terate, dan Marunda. “Lokasi ini sifatnya masih tentatif, akan kami pasang di tahun 2020 ini,” tambahnya.

DWS dioperasikan dengan menggunakan teknologi Remote Station untuk Broadcasting Warning Station (stasiun peringatan dengan pengeras suara / speaker yang dipasang di puncak tiang listrik. Di samping Remote Station ada pula yang menggunakan Radio IP Jaringan GSM, memiliki fungsi sama dengan VHF Radio, yaitu warning equipment sebagai peralatan utama di lokasi yang berpotensi banjir.

Hanya yang membedakan adalah transmisinya, yaitu komunikasi ke Pusdalops menggunakan sinyal GSM. Semua peralatan pelengkap hampir sama, yang membedakan adalah jenis kekuatan speaker dan kapasitas baterai. Namun, saat ini, yang digunakan adalah teknologi VHF Radio.

“Diharapkan, dengan adanya alat peringatan dini berupa DWS ini, dapat membuat masyarakat semakin siaga terhadap bencana,” pungkas Ridwan. ■ RED/JOKO S/GOES

Beri Tanggapan