Gandeng Berbagai Elemen Masyarakat, PEMPROV DKI Gelar Perayaan Imlek Berpusat di Thamrin 10

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Dalam rangka perayaan tahun baru lmlek yang jatuh pada tanggal 25 Januari, Pemprov DKI Jakarta menggelar berbagai kegiatan bernuansa oriental. Pergelaran tersebut meliputi Chinese Food Festival, hiburan Liong, Tanjidor, dan Gambang Kromong, pertunjukan Barongsai dan Wayang Potehi, dan masih banyak lagi seni budaya lainnya yang dipusatkan di Thamrin 10 Food and Creative Park.

Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta Hendra Hidayat menjelaskan bahwa Pemprov DKI secara rutin juga menggelar perayaan bernuansa Imlek. Hal ini sebagai bentuk pelayanan masyarakat Jakarta yang terdiri dari berbagai etnis dan agama.

Jakarta adalah kota bagi semua. “Kami ingin selalu menjaga dan merawat kesetaraan, kebersamaan dan persaudaraan antar warga masyarakat di kota Jakarta tercinta ini. Atas perintah Gubernur, Bapak Anies Baswedan agar Pemprov DKI bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat menggelar serangkaian perayaan Tahun Baru China 2571 dari sejak tanggal 15 Januari sampai Cap Go Meh pada tanggal 8 Februari,” ujar Hendra di Balaikota DKI, Senin (21/1).

Untuk pelaksanaannya merupakan kerja bareng antara pemerintah dan masyarakat. Sedikitnya ada delapan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek yakni pertama dari tanggal 15 Jan sampai 5 Feb adalah Chinese Food Festival yang diselenggarakan di pusat kuliner Thamrin 10 Food and Creative Park di Jl MH Thamrin, Jakpus.

“Kedua, pada tanggal 23 Januari jam 17.00 s/d 19.00 pertunjukan Liong, Tanjidor dan Gambang Kromong di depan Grand Hyatt & Taman Dukuh Atas. Ketiga, pada tanggal 24 Januari jam 17.00 s/d 19.00 juga pertunjukan Liong, Tanjidor dan Gambang Kromong di Grand Hyatt & Taman Dukuh Atas,” papar Hendra yang pernah menjadi Camat Kebon Jeruk.

Baca Juga:  Hadiri 'Gerakan Emas', PRABOWO Ngaku Sejak Kecil Tak Suka Minum Susu

Adapun rangkaian acara yang keempat yakni pada tanggal 25 Januari bertepatan dengan Hari Raya Imlek, digelar atraksi Barongsai di Thamrin 10. “Lalu acara kelima adalah pada tanggal 26 Januari digelar atraksi Barongsai di kawasan Car Free Day MH Thamrin-Sudirman,” tuturnya.

Lain lagi untuk rangkaian keenam yakni pada tanggal 26 Januari : Wayang Potehi di Thamrin 10. Ketujuh, dari 3 Feb – 9 Feb diadakan Festival Bakmi di Thamrin 10,” jelas Hendra.

Sedangkan rangkaian acara kedelapan yakni pada tanggal 8 Feb digelar Festival Pecinan Cap Go Meh di Petak Sembilan, Kampung Duri dan Jatinegara yang mana sekaligus merupakan penutupan rangkaian perayaan Imlek,” ujar Hendra sambil menjelaskan ada Stasiun MRT paling ramai yakni Stasiun HI, Dukuh Atas, Blok M dan Lebak Bulus dihias ornamen Imlek dan sejarah 12 shio.

Dikatakannya bahwa puluhan siswa SMAN 60 dan SMA Bhayangkari 1 berkolaborasi untuk membuat dan melukis lampion yang akan dipasang di Thamrin 10,” papar Hendra.

Demi suksesnya menggelar serangkaian acara tersebut Pemprov DKI menggandeng unsur masyarakat, termasuk sejumlah lembaga organisasi antara lain Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) DKI Jakarta, Panitia Perayaan Tahun Baru Imlek Khongzili, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti), seluruh pengelola klenteng se-DKI, dan Vihara Amurva Bhumi (Hok Teng Cheng Sin) Jatinegara serta lainnya. ■ RED/ JOKO S/GOES

Beri Tanggapan