Banyak Ditemukan Masalah, KETUA FRAKSI PDIP Minta Proyek Revitalisasi Monas Dihentikan

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono meminta agar proyek revitalisasi Monas dihentikan karena ditemukan banyak masalah. Proyek yang sudah terlanjur membabat habis 190 pohon tersebut juga banyak diprotes berbagai pihak.

Adapun berbagai masalah yang dipaparkan Gembong antara lain meliputi proses lelang sampai pelaksanaan di tengah jalan. “Proyek revitalisasi Monas sudah nggak bener, kalau diteruskan hasilnya makin nggak bener. Mending distop dulu pengerjaannya,” kata Gembong di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (23/1).

Gembong menjelaskan bahwa pemerintah memiliki Keputusan Presiden (Keppres) nomor 25 tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka Di Wilayah Daerah Khusus Ibukota.

“Dalam aturan itu dijelaskan bahwa setiap perubahan harus atas seizin dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemenseneg). Tapi malah tak ada izinnya,” kritik politisi PDIP.

Bukan cuma itu, Gembong juga mempersoalkan penebangan sekitar 190 pohon di area Monas sebagai bagian proses revitalisasi Monas. “Penebangan ratusan pohon itu tidak sejalan dengan program Pemprov DKI memperbanyak RTH. Penebangan itu juga banyak diprotes masyarakat,” tandas Gembong sambil mendesak Gubernur Anies menghentikan proyek tersebut.

Sebagaimana diketahui, pada awal 2019, Pemprov DKI menganggarkan Rp 147 miliar untuk program ini. Di akhir tahun, anggaran tersebut berubah menjadi Rp71 miliar karena dianggap tidak sanggup diselesaikan. Konstruksinya dimulai 12 November 2019 dengan masa pengerjaan sepanjang 50 hari dan sudah ada perpanjangan kontrak hingga pengerjaan tahun 2020.

Baca Juga:  Kenali Caleg Saat Nyoblos, RATNA LISTY Minta Jangan Kayak Beli Kucing Dalam Karung

Selain itu, Gembong juga menyoroti kredibilitas perusahaan yang memenangkan lelang proyek tersebut yakni PT BPN. “Perusahaan tersebut ternyata cuma berpengalaman membangun gedung, seperti Masjid Agung di Sumatera Barat. PT tersebut tidak berpengalaman di bidang lanskap, tapi anehnya bisa memenangkan proyek pembangunan Plasa Selatan Monas,” cibirnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Cipta Karya, Pertanahan dan Tata Ruang DKI Jakarta Heru Hermawanto menyatakan sempat ragu dengan pemenang proyek revitalisasi Monas, PT BPN. “Saya tadinya mohon maaf sempat meragukan. Tapi kami lihat hasil kerjanya oh bisa kok,” kata Heru Hermawanto usai mengikuti rapat bersama Komisi D DPRD DKI, Rabu (22/1).

Menurut Heru, hasil pekerjaan dari proyek yang pernah dilakukan PT BPN terbilang bagus. “Saya akui memang kalau soal pekerjaan bagus,” ujarnya.

Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta Blessmiyanda mengungkapkan alasan mereka memenangkan PT BPN karena penawaran harga yang penawaran wajar dan memenuhi persyaratan perizinan.

“PT BPN, kata Blessmiyanda, menawar harga Rp 64 miliar dari harga perkiraan satuan (HPS) Rp 71 miliar. Di samping itu penyedia harus memiliki kemampuan dasar untuk pengalaman sejenis dalam bangunan gedung dan likuiditas keuangan yang neracanya diaudit. PT ini memenuhi semua,” kata Blessmiyanda. ■ RED/JOKO S/GOES

Beri Tanggapan