Harga Gas Melon Disesuaikan, IBU-IBU Tuding Pemerintah Tak Peka Kesulitan Masyarakat

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Tahun 2020 baru saja memasuki bulan pertama. Namun di kalangan ibu-ibu sudah santer mendengar kalau Pertamina bakal segera melakukan penyesuaian alias menaikkan harga gas elpiji 3 Kg. Sebab, pemerintah berencana mencabut subsidinya.

Sejumlah kalangan ibu-ibu di Bekasi, blak-blakan mengungkapkan rasa keberatannya. Jika hal itu dilakukan, menurut mereka, berarti pemerintah tidak peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

“Belum lama ini, masyarakat Bekasi, habis disibukkan dengan kejadian banjir. Hampir sebagian peralatan rumahtangga, rusak dan tak bisa terpakai lagi. Eh, ini malah mau ada kenaikan harga gas elpiji 3 Kg. Sungguh keterlaluan,” kata Ny. Isma, warga Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Kamis (23/1/2020).

Menurutnya, apa yang akan dilakukan pemerintah melalui PT Pertamina bakal segera menaikkan harga gas elpiji 3 KG, jelas merupakan tindakan terburu-buru. Tanpa ada evaluasi lebih dulu. Maksudnya harus melalukan survey, sejauh mana tingkat kemampuan masyarakat.

Baca Juga:  Mensikapi dengan Tenang, PENGACARA FERRY JUAN Kaget Kehilangan Akunnya di Facebook

“Yang pasti, jika harga naik, pasti bakal berpengaruh pada harga-harga kebutuhan makanan yang lain. Berbeda apabila pemerintah lebih dulu menaikkan gaji pegawai,” papar dia lagi.

Ungkapan senada juga diutarakan Ny Murniati, warga Tambun juga di Kabupaten Bekasi. Tak ada angin dan tak ada hujan, kenapa kok harga gas elpiji bakal seenaknya dinaikkan harganya. Sungguh tidak adil, karena warga masyarakat, baru saja memikirkan anak-anak yang kembali ke sekolah.

“Bukan hanya itu saja. Iuran BPJS pun, khusus untuk kelas 3, juga dinaikkan. Padahal, lembaga DPR RI, sudah mengkritisi supaya pemerintah membatalkannya. Apalagi pelayanan BPJS juga masih terlihat amburadul,” tutur ibu dari 2 anak yang juga suaminya baru saja memasuki masa pensiun. ■ RED/WA2N/AYID/GOES

Beri Tanggapan