Jika Subsidi Dicabut Pemerintah, GAS ELPIJI 3 KG Harganya Dipastikan Bakal Melambung

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Tinggal menunggu waktu saja, hampir bisa dipastikan gas elpiji ukuran berat 3 Kg atau gas Melon, harganya bakal melambung. Pasalnya, PT Pertamina (Persero) masih harus menunggu regulasi pemerintah terkait rencana pencabutan subsidi, karena posisi Pertamina dalam kebijakan ini hanya sebatas operator.

“Kalau dari kami jawabannya menunggu regulasi pemerintah karena peran Pertamina untuk penyaluran elpiji bersubsidi adalah operator, artinya tunduk pada regulasi pemerintah,” jelas Arya Yusa Dwicandra, Senior Supervisor Communication Pertamina MOR IV Jawa Tengah, kemarin.

Ditambahkan kalau sejauh ini belum ada informasi yang diterima Pertamina terkait pencabutan subsidi yang berdampak pada kenaikan harga gas melon. Karena itu apabila benar subsidi ditarik, maka harganya akan mengikuti harga pasar.

“Jadi, perhitungannya bisa dilihat dari harga elpiji nonsubsidi bright gas, yakni harga keekonomian,” papar Arya Yusa Dwicandra.

Baca Juga:  Rugikan Ekonomi Masyarakat, PENGAMAT HARYADIN Desak Pemerintah Buka Blokade Medsos

Dikatakan Arya lebih lanjut bahwa harga bright gas 5,5 kg yang tak disubsidi sekitar Rp 60.000-Rp 70.000 per tabung. Berarti harga gas per kg antara Rp 11.000 -Rp 12.000. Dengan kata lain, harga gas 3 kg bakal dijual sekitar Rp33.000-Rp36.000 per tabung.

Sementara itu sepanjang 2019, penyaluran elpiji 3 kg subsidi di Jawa Tengah rata-rata 3.132 Metric Ton (MT) atau 1.044.000 tabung per hari. Namun sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Arifin Tasrif memastikan rencana pemerintah untuk menata ulang kebijakan penyaluran subsidi elpiji masih dibahas.

Arifin mengungkapkan untuk perubahan juga akan dilakukan dengan memperhitungkan kondisi masyarakat kecil dan dunia usaha. Dengan begitu, kebijakan ini diharapkan tidak memberikan masalah pada masyarakat kecil dan dunia usaha. ■ RED/AYID/GOES

Beri Tanggapan