Bantah Disebut Perusahaan Abal-abal, DIRUT PT BPN Somasi ke Anggota Fraksi PSI DPRD DKI

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Perusahaan pelaksana proyek revitalisasi Monas, PT Bahana Prima Nusantara (BPN) berencana akan melakukan somasi kepada anggota Fraksi PSI DPRD DKI. Pasalnya, perusahaan ini dituding oleh William Aditya sebagai perusahaan abal-abal dengan alamat yang tidak jelas.

Direktur Utama PT BPN, Muhidin Shaleh mengatakan bahwa pihaknya memiliki seluruh kelengkapan dokumen. Namun demikian jug mengakui menyewa virtual office di Jalan Nusa Indah No 33 RT 01 RW 07 Ciracas, Jakarta Timur.

Diakuinya, virtual office itu tak hanya diisi BPN, namun juga sejumlah perusahaan lain, seperti digital printing dan lainnya. “Kami juga menempati gedung Gapeksindo di kawasan Cempaka Putih,” ujar Muhidin di Jakarta, Jumat (24/1).

Sebelumnya, proyek revitalisasi Monas ini disorot banyak pihak karena terjadi penebangan 190 pohon. Kemudian melalui cuitan di akun twitter, anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana mempersoalkan alamat PT BPN yang beralamat di perkampungan padat di Jalan Nusa Indah No 33, Ciracas, Jakarta Timur.

Baca Juga:  Ditegaskan dalam Rakerda, ANGGOTA FRAKSI DEMOKRAT Tak Loyal Bakal Ditarik dari Kursi DPRD DKI

Kuasa hukum BPN Abu Bakar Lamatapo menambahkan kliennya menyesalkan perbuatan tersebut. “Yang kita sayangkan bahwa anggota DPRD dari PSI itu hanya melihat dari google maps tapi langsung memberikan statement yang merugikan kami. Ini yang kami sayangkan, kita akan ajukan somasi kepada yang bersangkutan,” kata Abu Bakar.

Abu menjelaskan tentang PT BPN menjadikan kantor yang berada di Ciracas itu sebagai kantor virtual semata. Sedangkan, untuk kantor operasional resminya berada di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Untuk itu Abu menegaskan, jika somasi dari pihaknya tidak direspon, maka tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mengajukan langkah hukum lebih lanjut. “Kalau somasi dari kami tidak diindahkan, kami akan menempuh jalur hukum,” tandasnya. ■ RED/JOKO S/GOES

Beri Tanggapan