Tersangkut Penipuan, DONNY SARAGIH Dicopot & Batal Jadi Dirut PT Transjakarta Setelah 4 Hari Dilantik

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Baru empat hari diangkat sebagai Dirut PT Transjakarta, kedudukan Donny Andy S. Saragih sudah dicopot lagi oleh para pemegang saham. Pencopotan jabatan tersebut dikarenakan yang bersangkutan terlibat kasus penipuan di tubuh perusahaan PT Eka Lokasari Lorena Transport Tbk pada tahun 2017 saat dia masih menjadi Direktur Operasional pada perusahaan tersebut.

Donny diangkat sebagai Dirut PT Transjakarta pada Kamis tanggal 23 Januari 2020, karena Dirut sebelumnya Agung Wicaksono mengundurkan diri. Namun belum sempat ia kerja secara full time, jabatannya sudah ditarik lagi pada Senin tanggal 27 Januari lantaran ada kabar tentang kasus penipuan tersebut.

Keputusan itu diambil melalui mekanisme keputusan para pemegang saham di luar Rapat Umum Pemegang Saham PT Transjakarta merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Pencopotan ini dilakukan karena Donny Saragih, yang selama ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (2017-2022), terbukti telah menyatakan hal yang tidak benar untuk kepentingannya dalam mengikuti proses seleksi sebagai direksi BUMD.

Walaupun Donny Saragih telah mengikuti Uji Kompetensi dan Keahlian dan lolos untuk posisi direksi di BUMD Pemprov DKI Jakarta, namun pernyataan yang ditandatangani oleh yang bersangkutan bahwa tidak pernah dihukum (butir 2 Surat Pernyataan) ternyata tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Baca Juga:  Klaim BPJS Nunggak, RUMAHSAKIT Boleh Pinjam ke Bank DKI dengan Bunga Ringan

Pada Sabtu 25 Januari 2020, Kepala BP BUMD Faizal Syafrudin menerima laporan tentang status hukum Donny Saragih, kemudian bersama pemegang saham melakukan verifikasi dan terbukti laporan tersebut benar.

“Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari pelaksanaan tugas BP BUMD sebagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang memiliki fungsi untuk melakukan pembinaan terhadap BUMD,” ujar Faizal, Senin (27/1).

Untuk diketahui, merujuk kepada putusan Mahkamah Agung pada 13 Februari 2019 lalu, bahwa Donny masih berstatus terdakwa kasus penipuan. Putusan Hakim Agung kasasi Donny dan terdakwa lainnya, Porman Tambunan, memutus mereka bersalah.

Majelis hakim yang diketuai Andi Abu Ayyub Saleh memperberat hukuman kepada Donny dan Portman selama dua tahun penjara. Sebelumnya, Pengadilan Tinggi memvonis mereka berdua satu tahun penjara.

Donny terjerat kasus saat dia masih menjabat Direktur Operasi PT Eka Lokasari Lorena Transport Tbk pada 2017. Keduanya didakwa menipu Direktur Lorena Transport, Gusti Terkelon Soebakti. ■ RED/JOKO S/GOES

Beri Tanggapan