Kasus Judi Online di PN Jakut, 4 PENYIDIK Diminta Kesaksian Soal BAP di Sidang Lanjutan

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Empat penyidik kasus judi online yang diduga memalsukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) diperiksa sebagai saksi pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Namun dari keempat saksi yan dipanggil, hanya tiga orang yang memenuhi panggilan.

Sidang ini merupakan gugatan dari tersangka kasus judi online Ujang yang merasa dipalsukan BAP-nya. Lalu, melalui pengacara dari LQ Lawfirm Indonesia yang dipimpin Alvin Liem, SH, kasus tersebut dilaporjan ke Polda Metro Jaya. Adapun pada sidang lanjutan ini hakim menghadirkan para penyidik tersebut untuk diminta kesaksiannya, pada Rabu (29/1).

Pada kesempatan itu, pengacara Alvin Lim menanyakan mengapa BAP saksi dan empat BAP penyidik lainnya bisa sama persis pertanyaan dan jawabannya, termasuk kata demi kata. Namun penyidik tidak dapat menjawabnya.

Alvin menyatakan bahwa tidak mungkin lima orang ditanyakan sama sekalipun, tapi jawabannya sama persis kata demi kata bahkan titik koma dan garis miringnya. Menurut Alvin sangat tidak masuk akal. “Bagaimana mungkin BAP setebal 12 halaman isinya sama persis 12?” sanggah Alvin.

Baca Juga:  Pemerintah Diminta Menolak Diatur OCA Soal Pengurangan Cabor

Giliran Majelis Hakim bertanya kepada penyidik, “Apakah pertanyaan no 6 yang menyebut bahwa bandar Doegoanto menjadi DPO ini adalah jawaban saksi Ujang?” Yang kemudian dibenarkan oleh saksi penyidik.

Hakim jadi bingung karena bagaiamana mungkin saksi Ujang mengetahui Soegianto menjadi DPO padahal hal tersebut adalah rahasia penyidikan.

Tandry Laksana SH, dari LQ Indonesia Lawfirm yang dimintai keterangan oleh wartawan usai sidang mengatakan bahwa sebenarnya hakim telah jelas melihat bahwa BAP yang disajikan oleh penyidik tersebut adalah rekayasa.

Karena itu, LQ Indonesia Lawfirm memasukkan laporan ke Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan secara pidana kepada para oknum penyidik dan melakukan uji forensik terhadap tanda tangan pada BAP tersebut.

Nomor laporan polisi tersebut adalah LP/TBL/594/I/YAN 2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 28 Januari 2020 dan bukti yang dilampirkan adalah KTP dan salinan BAP. Selain aduan pidana, kuasa hukum Ujang juga akan mengadukan ke Propam, IPW dan Kompolnas. ■ RED/JOKO S/GOES

Beri Tanggapan