Pendapat Ahli Hukum Pidana, PEMBUKTIAN KASUS JUDI ONLINE Harus Gunakan Forensik Digital

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Saksi ahli DR Dwi Seno Widjanarko SH MH yang dihadirkan pada persidangan lanjutan kasus perjudian online di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, menegaskan, bahwa pembuktian perjudiaan online wajib dilakukan menggunakan sistem online atau digital forensik. Tidak bisa pembuktian dakwaan perjudiaan online dilakukan secara konvensional seperti judi koprok, gaple, remi dan lainnya.

“Dakwaannya juga harus bisa dibuktikan ada uangnya, ada bandarnya, pemainnya. Kalau tidak bisa dibuktikan secara asli, maka sesuai KUHP Pasal 81 harus diabaikan,” ujar Dwi Seno Widjanarko di PN Jakarta Utara, Selasa (4/2). Saksi merupakan ahli hukum pidana dan dosen Universitas Bhayangkara Jakarta.

Sidang di lantai 3 PN Jakut Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat ini sempat panas karena salah satu saksi ahli lainnya berdebat keras dengan jaksa penuntut umum (JPU). Saksi tersebut

tidak berkenan dengan pertanyaan JPU terkait pendapatnya tentang pembuktian terhadap terdakwa perjudian online yang dinilainya tidak sesuai pandangannya.

Oleh karenanya, Seno Widjanarko berpendapat sesuai dengan UU Nomor 11 tahun 2008 dakwaan perjudiaan harus ada uang yang dipergunakan buat judi/dipertaruhkan, ada bandarnya dan ada pula pemainnya.

Baca Juga:  Kasus Jokdri Sudah P-21, PENYIDIK SATGAS Anti Mafia Bola Kirim Berkas & Tersangka ke Kejari Jaksel

“Kasus ini adalah Lex spesialis derogat legijenerale yaitu sesuatu hukum yang khusus harus mengesampingkan hukum yang umum. Artinya UU tentang Perjudiaan Konvensional tidak bisa diterapkan pada perjudian online. Pasal 27 ayat 2 Junto pasal 45 ayat 2 tentang Perjudian Online bukan pasal 303 KUHP,” kata Seno Widjanarko yang juga Doktor Ilmu Hukum lulusan Universitas Trisakti.

Pada kesempatan itu, Alvin Lim SH MH selaku kuasa hukum dari empat terdakwa perjudian online bertanya: “Apakah dakwaan penjualan rekening tabungan di bank bisa dikategorikan sebagai pelanggaran pidana?” Seno pun menjawab: “Kalau rekening tabungan itu legal, maka bukan sebagai pelanggaran pidana. Tetapi harus dibuktikan secara lengkap,” kata Seno

Pernyataan itu menindaklanjuti Jaksa Frederik yang menyatakan bahwa rekening bank milik para terdakwa digunakan untuk menampung uang hasil perjudian. Sidang akan dilanjutkan pada Kamis (6/2) dengan agenda pembacaan surat tuntutan. ■ RED/JOKO S/GOES

Beri Tanggapan