Selain Dikenal Fashion Stylist, MIRA WARGANEGARA Banyak Gondol Prestasi di Kejuaran Berkuda

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Jika menyebut nama Mira Warganegara, tentu tak asing lagi, karena pernah berkecimpung cukup lama di dunia fashion. Bahkan dalam kurun waktu tahun 2000-2015, sudah cukup dikenal di Indonesia dan Eropa. Tak hanya sebagai model, tapi juga model iklan.

Namun siapa sangka, pemilik nama asli dan lengkap Mira Marshelina Warganegara ini, justru memiliki prestasi membanggakan dalam kejuaran berkuda. Baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sepanjang tahun 2018-2019 ternyata berbagai prestasi telah ditorehkan putri pasangan DR H Marjoeni Warganegara (alm) dan Marie Elna Ratu Handia. Antara lain di tingkat nasional sebagai juara 1 kelas Intermediate 1 Indonesia Horse Show, juara 1 kelas Advance Open ZZ Equestrian Cup 2018, Medali Emas di kelas Dressage Team Advance pada PORDA XIII Jabar, Juara 2 dan 3 Place Prix St Georges.

Sedangkan untuk tingkat Internasional, Mira juga meraih prestasi yang membanggakan. Baik itu sebagai juara 3 (hari ke 1) dan naik menjadi Juara 2 (hari ke 2) di kelas Dressage Prix St. Georges pada kejuaraan Couldelaria De Alter Portugal (2019).

Begitu pula saat di Santarem Portugal, Mira naik ke peringkat 4 di kelas Intermediate 1 dan juara 1 di kelas Dressage Intermediate, juara 1 Free Style kejuaraan Alenquer Portugal. Termasuk juara 1 kelas Dressage Intermediate 1 kejuaraan Arudda Academie Portugal Juni 2019 lalu dengan score yang tinggi, 68,211%. Lantas yang terbaru, Mira gondol medali perak pada kejuaraan berkuda Centro Hipico Costa Do Estoril, Portugal 23-26 Januari 2020 kemarin.

Mira pun menyebut dari semua penghargaan yang didapat, justru membawa berkah dan kebahagiaan tersendiri. Usaha dan kerja kerasnya berlatih dengan kuda kesayangannya yang bernama Xeique dan Capote, kuda jenis Lucitano telah membuahkan hasil yang tak sia-sia. Capote adalah kuda Mira yang ditungganginya saat berlaga di Eropa sementara Xeique ditungganginya untuk laga di Indonesia.

Hal yang membanggakan saat sudah berada di atas pelana, Mira memiliki kemampuan mengarahkan gaya dan kini sudah berganti dengan kemampuannya mengarahkan kuda serta menempatkannya sebagai salah satu wanita Indonesia yang menjadi sorotan dunia untuk urusan berkuda, terutama di kelas Small Tour dan Medium Tour.

“Bagi saya kemenangan demi kemenangan ini seperti penghargaan atas kerja keras dan jerih payah selama 20 Tahun menekuni olahraga ini,” tutur Mira yang kini tinggal di London dan sedang berlibur di Jakarta, selama kurang lebih sebulan.

Disinggung tentang kudanya, Mira punya pendapat tersendiri. “Setiap kuda itu unik dan memiliki karakteristik tersendiri seperti manusia. Jadi kita harus bisa mengenalinya,” paparnya.

Baca Juga:  Tim Honda di MotoGP 2019, LORENZO Bilang Punya Potensi Besar Berprestasi

Bahkan dalam setiap perlombaan ada beberapa tantangan dan kesulitan yang harus dihadapi kata Mira yang memiliki tinggi 153 cm. “Terutama short-timing kalau di Eropa. Di Eropa lebih banyak pesaing dan lebih ahli sehingga tantangannya lebih berat. Ini membuat saya harus terus meningkatkan kemampuan saya. Apalagi saya termasuk mini untuk ukuran tubuh dibanding mereka. Namun kendala ini bisa teratasi karena kerja sama yang baik dengan kuda-kuda saya,” ucap dia.

Menurut Daniel Pinto, rider Portugal Juara Olimpiade dua kali, saat berlaga Mira dan Capote adalah tim kombinasi yang harmonis dan memiliki prospek masa depan yang bagus. Bahkan secara khusus, Daniel berkomentar tentang Capote sebagai kuda kualitas bagus. “Capote adalah kuda yang luar biasa dan dianggap sebagai super medium tour horse,” katanya.

Sedangkan bagi Mira sendiri bahwa keberhasilannya di berbagai kejuaraan berkuda, sempat membuatnya tak percaya. Apalagi Mira yang tadinya lebih banyak bergelut dengan dunia busana dan kamera, kini dapat bersaing dengan sejumlah rider dressage perempuan dunia yang telah mendahuluinya.

“Rasanya saya tak bisa percaya ada di lintasan ini. Dengan tinggi tubuh saya yang kalah jauh dengan joki-joki lainnya, rasanya sulit percaya bisa menjadi juara,” kata Mira yang harusnya mewakili Indonesia dalam ajang lomba berkuda Asean Championship 2019 di Pattaya, Thailand bersama mantan model Larasati Gading. Sayangnya Mira harus mundur karena kudanya Xeique kurang fit.

Yang pasti, keberhasilan Mira ini bisa menjadi inspirasi bagi perempuan di mana pun di negeri ini bahwa tak ada sesuatu yang tak bisa diraih jika kita mau bekerja keras dan berusaha.

“Saya sadar semua ini tak bisa saya raih sendiri. Saya sangat berterima kasih atas semua dukungan baik dari pemerintah dan lain-lain yang terus mendukung saya untuk bisa mencapai ini semua dan semoga mampu menjadikan inspirasi bagi siapa saja untuk terus bekerja keras dan berusaha mencapai cita-cita,” jelasnya.

Memasuki tahun 2020 ini berbagai kejuaraan berkuda sudah siap dihadapi Mira. Yang terdekat adalah kejuaraan Sociadade Hipica Portuguesa pada bulan Maret mendatang. Sedang Mira Warganegara adalah sedikit dari atlet perempuan Indonesia yang mampu mengangkat olahraga berkuda. Bahkan berniat terus menggairahkan berkuda Indonesia hingga mencapai prestasi yang sejajar dengan atlet internasional.

0Sementara di akhir Januari 2020 yang baru lalu, Indonesia meraih medali perak di kejuaraan berkuda Centro Hipico Costa Do Estoril Portugal lewat sosok Mira Warganegara yang merupakan perempuan yang fashionable tersebut. ■ RED/AGUS SANTOSA

Beri Tanggapan