Saat Ta’lim Ba’da Magrib, USTADZ AANG KUNAEFI Bilang Sebaiknya Melakukan Aktifitas di Masjid dengan Ilmu

BEKASI (POSBERITAKOTA) □ Ustadz Aang Kunaefi Sopri S Pd.I memaparkan jika masuk ke dalam masjid, niat kita harus karena Allah SWT. Atau, berikhtikarom. Sedangkan sunnahnya, begitu menginjakkan kaki di pintu masjid, ya harus berdoa. Setelah itu baru melakukan sholat sunnah, dua rakaat.

Demikian garis besar yang disampaikan Pimpinan Majelis Silaturahim (MS) Indonesia, saat tampil dalam ta’lim rutin ba’da Magrib di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (1/2/2020) malam kemarin.

“Selain untuk menjalankan ibadah sholat itu sendiri, sebaiknya seseorang melakukan aktifitas di masjid itu dengan ilmu. Artinya, begitu kita keluar dari masjid, membawa sesuatu yang baru,” paparnya dihadapan puluhan jamaah yang ikut hadir dan memadati masjid.

Ditambahkan Ustadz Aang, karena beraktifitas dengan ilmu itu tadi, maka kualitas iman seseorang menjadi naik (meningkat-red). “Kejelekan-kejelekan bakal dikubur dan dosa-dosanya pun bakal dihapus. Selain itu pula, derajat seseorang bisa naik dan disanjung oleh sesama. Dari situ, maka akan mendapatkan amal soleh,” paparnya.

Baca Juga:  Jalankan Misi Dakwah, BAZNAS Gelar Seminar Nasional Indeks Rawan Pemurtadan

Jika melakukan kegiatan dan termasuk menjalankan sholat di masjid dengan memakai ilmu, menurut Ustadz Aang lagi, itu jauh lebih baik dari 70 rakaat. Jadi, jangan sampai saat sedang melaksanakan ibadah sholat, justru otak (pikiran-red) malah ‘jalan-jalan‘ ke mana-mana. Seperti yang disampaikan Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya: “Sebaik-baiknya umatku dan bagi orang yang beriman adalah yang memiliki ilmu”.

Pada bagian lain seusai ta’lim, saat POSBERITAKOTA memberikan pertanyaan khusus terkait aplikasi yang bagaimana bentuk kecintaan kita pada masjid, Ustadz Aang Kunaefi bilang bicaralah hal-hal yang baik tentang masjid. Jika kemudian mengetahui dan melihat ada kejelekan atau kekurangan yang ada di masjid, hendaknya secara bersama-sama untuk tabayun dan niat memperbaikinya.

“Jangan mengkritik masjid yang ditujukan kepada pribadi seseorang atau pengurus. Tapi, perbaikilah apa yang masih terlihat kurang di dalam masjid secara bersama-sama. Tentu saja demi tujuan untuk mendapatkan kesempurnaan serta pencapaian kemakmuran masjid. Sebab, sejatinya berbeda pendapat itu adalah rahmat,” pungkas Ustadz Aang. □ RED/ROHMAT/AGUS SANTOSA

Beri Tanggapan