Petani Bayam & Kangkung di Babelan, ENGKONG SUAN Ngaku Ketar-Ketir Kebonnya Terendam Banjir

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Air merupakan kebutuhan paling utama bagi kalangan petani di manapun. Sebab dalam setiap harinya harus menyiram tanaman sejenis bayam maupun kangkung. Jika tidak, jangan harap kesuburan tanaman bisa didapat. Bisa-bisa malah gagal panen.

Namun lantaran curah hujan sesekali masih tinggi dan sering bikin banjir, tentu saja bikin ‘ketar-ketir’ Engkong Suan, petani bayam dan kangkung asal Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Ia bilang harga jual tanaman miliknya, terkadang dipengaruhi faktor hujan.

“Kalau lagi musim hujan begini, harga bayam lumayan bagus. Kita bisa jual sampai Rp 6000 sampai Rp 8000 untuk satu ikat. Biasanya penjual bisa untung dua kali lipat,” tutur pria asli kelahiran Bekasi itu kepada POSBERITAKOTA, Sabtu (8/2/2020).

Sedangkan mahalnya harga, seperti diakui kakek berusia 70 tahunan tersebut, karena daun bayam atau kangkung yang segar. Namun jika sudah terendam air, satu atau dua malam akibat banjir, tanaman bisa rusak. Kalau sudah begitu, harga bisa jeblok.

“Jadi, bukan hanya rusak atau harga jeblok. Bisa-bisa malah gagal panen. Kejadian semacam itu pernah dialami beberapa tahun silam. Maka itu, posisi tanah harus lebih tinggi dari saluran air atau sungai,” ucap Engkong Suan lagi.

Baca Juga:  Diresmikan Anies di Lapangan Banteng, PAMERAN FLONA Jadi Ajang Pembelajaran Bagi Anak-anak

Kalau cuaca terus mendung dan sering turun hujan, menurut dia, justru menjadi ancaman tersendiri. Tanam bayam atau kangkung, bisa setiap hari dipetik. Apalagi jika sudah melewati masa tanam hampir sebulan lamanya. Para tengkulak biasanya minta buru-buru dipanen, sebelum tanaman rusak tergenang air. ■ RED/WUL/GOES

Beri Tanggapan