Isi Ta’lim Ba’da Magrib, USTADZ NUR ALI Tegaskan Kaya atau Miskin Itu Ujian dari Allah SWT

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Perkara orang beriman itu adalah kebaikan. Kalau seluruh kebaikan berada ditangan orang beriman, pasti akan menjadi kebaikan. Karenanya, bagi orang beriman, haruslah pintar rasa bersyukur.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Nur Ali S Pdi dalam ceramahnya saat mengisi ta’lim ba’da Magrib, bertempat di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (9/2/2020) malam atau akhir pekan kemarin.

“Apabila dikasih pangkat atau jabatan, ya harus digunakan sebaik-baiknya. Kemudian bagi orang beriman jika ditimpa musibah, justru suasana yang nggak enak, malah jadi kebaikan,” paparnya dihadapan puluhan jamaah yang rutin hadir di Masjid Jami Al-Ikhlas.

Ustadz Nur Ali memberikan ilustrasi cerita dengan mengangkat kisah umat manusia di zaman Nabi Musa AS yang umurnya panjang-panjang hingga ratusan tahun. Begitu heterogennya. Mulai dari pejabat sampai petani yang saat itu dipimpin Raja Fir’aun.

Suatu kali datanglah seseorang (umatnya-red) yang hidupnya miskin itu kepada Nabi Musa AS. Bahkan minta didoakan agar menjadi orang kaya. Namun oleh Nabi Musa AS dijawab: “Banyak-banyaklah kau bersyukur kepada Allah SWT“. Dan, jawaban itu dibilang tak masuk akal.

Baca Juga:  Dewan Nilai Plintat-plintut, SGY Justru Tegaskan Anies Tak Langgar Aturan Beri IMB di Pulau Reklamasi

Sebaliknya, Nabi Musa AS pun didatangi umatnya yang justru telah meraih kekayaan yang berlimpah. Sungguh mengejutkan manakala minta didoakan, agar dirinya menjadi miskin. Sebab, memiliki harta berlimpah, justru bikin sholatnya tidak khusyuk.

Dari kedua kisah di atas, Ustadz Nur Ali mengungkapkan bahwa miskin atau kaya itu adalah ujian dari Allah SWT. Ada hadis nabi yang menyebutkan bahwa kefakiran (susah-red) itu lebih indah dari yang beriman. “Sebab, pada saat mengalami kefakiran yang justru diingat adalah Allah SWT,” tuturnya.

Namun begitu, lanjut dia, fakir yang beriman masih dicintai Allah SWT. Artinya apa? Ketika susah justru malah rajin ibadah (sholat). Paling ancur, sudah hidup susah, eh malah kagak mau ibadah. Kekafiran itu amanah.

“Jadi, jangan lagi hidup seneng suka bersedekah. Sebaiknya pas hidup susah pun, harus tetap sedekah. Barang siapa menyembunyikan kesusahannya, lantas ngadu kepada Allah SWT, itu juga namanya ibadah,” tutup Ustadz Nur Ali. RED/AGUS SANTOSA

Beri Tanggapan