JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sebagai anti klimaks akibat melihat carut marutnya pengelolaan program MBG (Makan Bergizi Gratis), ribuan warga yang termasuk di dalamnya aktivis dari berbagai organisasi masyarakat sipil, melakukan aksi demo besar-besaran.
Mereka mendatangi Kantor/Gedung Badan Gizi Nasional (BGN) di Jalan Kebon Sirih, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026) sejak pagi hari hingga sore kemarin. Tujuannya untuk memprotes keras terhadap program MBG yang sudah berjalan selama setahun tersebut.
Tak seperti biasanya, kondisi Jalan Kebon Sirih sangat berbeda. Kedatangan ribuan orang sempat bikin macet lalu lalang kendaraan yang lewat. Bahkan dari para pendemo, tak sedikit pula yang datang membawa panci, wajan dan sutil. Mereka juga memukul-mukul alat masak itu hingga berbunyi nyaring, tentu saja sebagai simbol kemarahan yang tak terbendung.
Sebanyak 214 personel gabungan pun diterjunkan untuk mengamankan aksi demo yang mendatangi Kantor BGN. Garis polisi pun dipasang untuk meredam amarah yang menggebu-gebu dari Aliansi MBG Watch.

“Hal ini jelas, bukan lagi sekadar protes. Dari aksi ini ada pernyataan sikap,” teriak Fanya, orator wanita dengan suara lantang di atas panggung darurat.
Poster-poster besar terhampar di sepanjang pagar gedung. Ada yang bertuliskan, “Kami Sudah Muak dengan MBG”, “Audit MBG!” hingga yang paling menyentak: “Maling Lu! Duit Gue Itu” .
Aksi ini merupakan klimaks dari akumulasi kekecewaan panjang masyarakat. Mulai dari kasus keracunan massal yang hingga kini tercatat ribuan korban anak-anak hingga terungkapnya skandal korupsi besar yang menyeret mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya oleh Kejaksaan Agung (Kejagung RI).
Tidak cukup hanya dengan orasi, massa aksi secara simbolis memasang garis polisi di papan nama kantor BGN serta membentangkan tali berwarna kuning-hitam bertuliskan, ‘Gedung Ini Kami Segel’ . Gestur ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah kehilangan kepercayaan sepenuhnya terhadap pengelolaan program unggulan dari Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Sedangkan salah satu momen paling menonjol adalah ketika para demonstran membagikan makanan gratis kepada masyarakat sekitar. Bukan dengan nasi kotak mewah, mereka membagikan gorengan sederhana, tahu, onde-onde dan lontong – sambil menyindir pedas “Makanan bergizi tanpa uang negara, tanpa pajak, dan jaminan tidak keracunan!”

Sementara itu Koordinator Advokasi MBG Watch, Galau D. Mubammad, dengan tegas menyampaikan tuntutan mereka : “Kami muak! Hentikan kebijakan yang mengabaikan suara rakyat ini. Pemerintah harus berani mengaudit total program MBG dan menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam praktik korupsi.”
Justru ditengah aksi, terdengar bunyi klakson bersahutan dari para pengendara yang melintas. Mereka diminta membunyikan klakson sebagai bentuk dukungan terhadap aksi ini.
Tentang aksi yang berlangsung dari siang hingga sore itu berjalan relatif kondusif. Kendati sempat terjadi adu mulut antara demonstran dengan sejumlah staf BGN yang mencoba masuk, aparat kepolisian sigap meredakan suasana.
Hingga aksi demo rampung, belum ada respons resmi dari Kepala BGN Nanik S Deyang yang dilantik Senin (8/6/2026) kemarin . Namun, tekanan publik kini kian kuat. Rakyat tidak lagi terima dengan program yang jatah hidup anak-anaknya dipertaruhkan dalam pusaran korupsi yang mencekik.
Sebagai tambahan informasi untuk para aktivis yang ikutan aksi demi antara lain berasal dari Transparency International Indonesia (TII), Pusat Kajian Ekonomi Celios, Suara Ibu Peduli, LBH Jakarta, Ibu Berisik dan beberapa organisasi lain tersebut menamakan diri sebagai Koalisi MBG Watch. ® RED/AGUS SANTOSA

