JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta diminta agar merespon solusi ada penambahkan atau memperbanyak pembangunan fasilitas gedung parkir (park and ride). Dari langkah tersebut diharapkan bisa meminimalisir atau guna pencapaian mengatasi kemacetan di Jakarta.
Usulan pemikiran tersebut datang dari Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto, melalui keterangan tertulisnya yang diterima POSBERITAKOTA di Jakarta, Senin (19/5/2025).
Kembali ditegaskan Wahyu Dewanto bahwa hal itu perlu dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Jakarta yang semakin akut dan terus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
“Makanya, kita usulkan untuk disiapkan titik-titik park and ride yang ada di ujung pintu masuk Jakarta,” lontarnya saat ikut dalam rapat pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 di Gedung DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dikatakan Wahyu Dewanto lebih lanjut bahwa fasilitas tersebut sangat penting dibangun di wilayah pinggiran Jakarta. Kenapa? Karena itu menjadi akses masuk bagi masyarakat ke wilayah Jakarta, yakni yang datang dari luar daerah atau daerah penyangga (Bodatetabek).
Harapannya, lanjut politisi Partai Gerindra, sehingga dengan begitu warga pun bisa menitipkan kendaraan pribadinya dan melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi umum. “Hal itu biar Jakarta tidak macet. Lantas, semua fasilitas transportasi di Jakarta bisa dirasakan manfaatnya secara maksimal,” tuturnya.
Lebih jauh, Wahyu Dewanto pun menyoroti tentang pentingnya pembangunan park and ride di kawasan pusat keramaian, seperti pusat kuliner di Jakarta Selatan. Apalagi, ia juga menyebut sudah menerima banyak keluhan, yakni terkait parkir liar yang memanfaatkan bahu jalan dan trotoar.
“Seperti yang terjadi di kawasan Senopati Jakarta Selatan. Lihat saja parkirnya kan agak semrawut. Makanya, kalau bisa disiapkan park and ride yang dapat mengakomodir kegiatan di situ agar tidak ada lagi yang parkir sembarangan,” pungkasnya. © RED/AGUS SANTOSA

