JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Demi target percepat program 3 juta rumah seperti yang digagas Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tak mau omon-omon. Bentuk dukungan tersebut siap diwujudkan melalui penyediaan hampir 19.809 unit rumah di Jakarta.
Bukan cuma itu saja. Pemprov DKI pun terhitung sejak Kamis (11/9/2025) ini, selain menggandeng peran Bank Jakarta, juga sudah mulai melakukan sosialisasi kredit program perumahan yang bermanfaat. Baik itu bagi developer maupun masyarakat yang ingin membangun rumah.
“Yang pasti, Pemprov DKI memberikan dukungan penuh, agar secepatnya bisa diwujudkan melalui penyediaan hampir 19.809 unit rumah di Jakarta,” tegas Gubernur DKI Pramono Anung melalui keterangan tertulisnya yang diterima POSBERITAKOTA, Kamis (11/9/2025) malam.
Bahkan dalam kesempatan itu, Gubernur Pramono Anung mengapresiasi kehadiran Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait beserta jajaran perbankan. “Kami berterima kasih, karena program ini disambut positif, termasuk oleh perbankan yang menyatakan siap mendukung,” ungkapnya.
BANK JAKARTA BERI DUKUNGAN PENUH
Sedangkan Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, menyatakan bahwa Bank Jakarta menyambut baik dan mendukung penuh program pemenuhan hunian untuk masyarakat yang turut diakselerasi oleh Pemprov DKI Jakarta.
“Tentunya sebagai mitra strategis Pemprov DKI Jakarta, Bank Jakarta turut hadir mendukung pemenuhan kebutuhan hunian melalui akses pembiayaan perumahan, sehingga dapat menjangkau masyarakat luas dari berbagai segmen termasuk diantaranya membangun kolaborasi aktif bersama developer hunian,” tambah Agus H Widodo.
Sementara itu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menilai dukungan Pemprov DKI Jakarta membuat program ini semakin kuat. Apalagi adanya pertemuan bersama kontraktor, developer, toko bangunan, UMKM hingga perbankan – menunjukkan ekosistem yang lengkap.
“Bunganya disubsidi 5 persen. Bank-bank besar sudah menyatakan komitmen, termasuk Bank Jakarta,” tuturnya seraya menambahkan bahwa sinergi yang dilakukan langsung terasa. “Ini crowd in yang sangat luar biasa,” tuturnya.
Maruarar Sirait juga mencontohkan kisah sukses pelaku usaha kecil yang berhasil naik kelas lewat sektor perumahan. “Di sini ada Angga, mantan office boy. Juga Wawan, seorang Ojol yang kini bisa membangun ribuan rumah. Saya yakin di Jakarta bisa lahir banyak Angga dan Wawan baru,” harapnya.
Kembali ditambahkan Maruarar Sirait bahwa selain sektor perumahan, program ini juga diyakini mampu menggerakkan ekonomi rakyat. UMKM lokal diberi ruang untuk memasarkan produk mereka. Bahkan, beberapa kebijakan di Jakarta seperti gratis BPHTB dan PBG dinilai meringankan masyarakat kecil.
“Jadi, kami lihat sinerginya begitu nyata. Dari renovasi 700 rumah tidak layak huni, hingga rencana penataan kawasan kumuh tahun depan. Semua bergotong royong, dari pusat, daerah hingga swasta,” ungkapnya lagi.
Lagi, Maruarar Sirait juga menegaskan bahwa program ini tidak sekadar membangun rumah, melainkan juga pemerataan ekonomi. “Dengan sinergi ini, kita ingin masyarakat kecil benar-benar merasakan manfaat pembangunan,” tutupnya. © RED/AGUS SANTOSA

