JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Lantaran merasa tak pernah diminta persetujuannya, warga RW 015 Komplek Perumahan Eramas 2000 di Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur memprotes keras keberadaan gudang dan dapur unit Badan Gizi Nasional (BGN).
Sedangkan gudang dan dapur BGN itu sendiri, dimanfaatkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program utama dari Presiden Prabowo Subianto. Oleh karenanya, warga kemudian menandatangani petisi (surat pernyataan) agar ditindaklanjuti oleh pemerintah, minimal Walikota Jakarta Timur.
“Sebab di komplek ini yang begitu terbatas, ada 4 pendirian gudang dan dapur MBG. Pada faktanya menimbulkan masalah bagi warga penghuni Komplek Perumahan Eramas 2000. Semula warga tidak mengetahui dan bahkan nyaris tidak pernah diminta pandangan, pendapat atau bahkan persetujuan terhadap pendirinya dapur-dapur MBG di komplek ini,” ucap Aktifis Senior Jakarta yang juga Ketua Umum Poros Rawamangun, Rudy Darmawanto SH melalui keterangan tertulisnya yang diterima POSBERITAKOTA, Sabtu (3/1/2026).
Kembali dijelaskan Rudy Darmawanto SH terkait berdirinya 4 unit gudang & dapur MBG tersebut, hendaknya menjadi atensi buat pimpinan MBG. Perlu menjadi evaluasi penting, karena sudah ada petisi dari warga yang diketahui oleh Ketua RT dan Ketua RW setempat sampai. Bahkan sudah ditembuskan kepada lurah, camat dan walikota, dimana keberadaan MBG di komplek ini tidak memenuhi ketentuan.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa komplek ini adalah perumahan, hunian dan sekaligus lingkungan pemukiman. Jadi, keberadaan MBG ini, sebenarnya menyalahi aturan karena tidak diperkenankan berada di komplek yang begitu wilayah cakupannya terbatas. Adanya 4 unit gudang dan dapur MBG yang kemudian terlihat mobilitas orang luar di dalam komplek, jelas sangat mengganggu,” ungkap Rudy Darmawanto SH panjang lebar.
Begitu pun soal mobilitas parkir buat mereka sehari- hari, menurutnya, sangat berdampak bagi masyarakat. Kenapa? Karena mengganggu ketertiban, keamanan dan termasuk mengganggu lingkungan, menyangkut soal keberadaan dapur tersebut.
Belum lagi tentang volume sampah yang tadinya bersih, sekarang menjadi kotor serta menimbulkan bau tidak sedap. Lingkungan komplek yang juga awalnya asri, kemudian berubah sebaliknya. Banyak puntung rokok dibuang sebarangan, suasananya juga jadi berisik. Belum lagi mereka menginap juga di situ. Jadi, keberadaan dapur di situ, jelas-jelas sangat mengganggu.
“Karena itu terhadap pihak pimpinan MBG, saya berharap supaya masalah ini bisa dievaluasi dengan seksama. Juga dengan sebaik-baiknya agar keluhan masyarakat dapat terakomodasi. Pimpinan MBG akhirnya dapat bisa melayani ini dengan sebaik-baiknya. Yakni dengan melakukan evaluasi terhadap keberadaan unit dan dapur MBG yang ada di RW 015 Komplek Eramas 2000, Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur ini,” pungkas Rudy Darmawanto SH. © RED/AGUS SANTOSA

